Selasa, 17 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Radar Bromo Events

Batik Terus Berkembang di Kabupaten Probolinggo, Ini Harapan Bupati

Minggu, 08 Oct 2017 09:30 | editor : Muhammad Fahmi

keke, putri indonesia, puteri indonesia, kezia warouw, batik kabupaten probolinggo, batik, peragaan batik, busana batik, miss indonesia, pembatik, bup

EKSIS: Para pembatik Kabupaten Probolinggo berpose bareng Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw dan pejabat pemkab setempat. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari puas dengan suksesnya penyelenggaraan Semarak Kemilau Batik 2017, Jumat (6/10) malam. Ia berharap, event yang digelar untuk mengapresiasi kiprah perajin batik di kabupaten itu, bisa meningkatkan daya tawar batik asal Kabupaten Probolinggo.

Termasuk kehadiran Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw, dalam acara yang digelar Disperindag Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo tersebut. Kehadiran perempuan berdarah Manado itu, menjadi salah satu upaya pemkab mengenalkan batik khas kabupaten yang kini sudah banyak dilirik pasar.

Acara Semarak Kemilau Batik yang digelar di Alun-alun Kota Kraksaan malam itu sangat meriah. Ratusan undangan yang hadir, mendapat suguhan penampilan 12 model dari Color Inc Malang. Mereka berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan memamerkan busana batik Kabupaten Probolinggo yang dibuat 12 pembatik.

Tak ketinggalan, sebagai bintang tamu pada gelaran malam itu, Kezia Warouw juga tampil di atas panggung memakai batik Rengganis dari Kecamatan Krejengan. Batik berwana dominan kuning itu, dipadu padankan dengan gaun panjang berwarna hitam. Tampilan memukau dari perempuan yang akrab disapa Keke itu mendapat aplaus dari undangan.

Penampilan Keke juga mendapat apresiasi Bupati Tantri. Ia beharap batik Probolinggo bisa terus berkembang. “Dulu hanya 2 orang pengrajin batik, kini bisa mencapai 12 orang. Mudah-mudahan nanti bisa bertambah lagi,” harapnya.

Gelaran Semarak Kemilau Batik ini juga diharapkan menggugah kembali semangat para pembatik yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk lebih semangat dalam berkarya. Tak hanya sekadar berkarya, namun juga memiliki daya saing dengan daerah lain. Sehingga, nantinya batik Probolinggo bisa dikenal hingga luar daerah.

“Cita-cita saya sejak menjabat sebagai bupati, ingin membesarkan batik produk lokal. Karena itu, saya mendorong OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk berperan serta. Salah satunya dengan membuat event lomba desain motif batik. Dari situlah kemudian muncul berbagai perajin batik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono mengatakan, banyak cara untuk mempromosikan batik. Salah satunya dengan kegiatan seperti Semarak Kemilau Batik. Kegiatan ini menurut Tanto –sapaan akrabnya –, juga sebagai penghargaan pada pembatik.

“Ajang ini merupakan promosi batik khas Kabupaten Probolinggo. Dengan adanya batik-batik ini, kami bisa bersaing dan melestarikan warisan leluhur,” ungkapnya.

Kezia Warouw sendiri sangat mengapresiasi gelaran batik yang diinisiai pemkab. “Saya sangat mengapresiasi sekali gelaran ini,” jelasnya.

Menurutnya, untuk lebih mengenalkan batik ke luar daerah, perlu dukungan dari masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Pesan saya tetap lestarikan budaya, pariwisata, dan juga UKM kabupaten agar lebih baik lagi. Ibu (bupati, Red) bilang sama saya untuk tahun ini fokus membangun pariwisata dan budaya, termasuk batik,” kata Keke.

Acara Semarak Kemilau Batik sendiri dihadiri pejabat pemkab, pengusaha, sponsor, dan tokoh masyarakat. Di deretan kursi tamu penting, juga terlihat Hasan Aminuddin, suami Bupati Tantri yang juga anggota DPR RI dan Wakil Bupati Timbul Prihanjoko.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia