Selasa, 12 Dec 2017
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Geregetan karena Tak Pernah Benar di Mata Suami

Minggu, 08 Oct 2017 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Puluhan tahun menjalin biduk rumah tangga, Tole (nama samaran), 45, dan Minthul (juga nama samaran), 43, warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo kerap berselisih paham. Persoalannya mulai hal sepele maupun yang pelik. Salah satunya soal pekerjaan rumah yang tak pernah cocok pada Tole.

Menurut Minthul, sang suami terkenal banyak maunya. “Saya sebenarnya tidak keberatan dia minta apa saja. Namun yang jadi masalah, ketika dia menghina pekerjaan rumah yang saya kerjakan,” ujar ibu satu anak ini. Padahal, ia mengaku sudah berusaha mengerjakan sesuai dengan yang semestinya.

Namun begitu, hinaan tetap diterima Minthul ketika Tole melihat pekerjaan rumah tidak sesuai dengan seleranya. Seperti menyapu, menata barang-barang, sampai menyeterika. Ternyata, hasil pekerjaan itu selalu dicela Tole. Tentu saja Minthul meradang.

“Selama ini saya memang diam, karena tak mau rame-rame. Tapi lama kelamaan saya jengah juga,” terangnya. Begitu sang suami mencela pekerjaannya, Minthul langsung protes dengan nada tinggi. Rupanya hal itu membuat Tole kaget. Ia tak menyangka istrinya berani melawan.

Sejak saat itu, setiap Tole memprotes pekerjaannya, langsung saja ditanggapi Minthul dengan nada tinggi. Karena itulah, pasangan suami istri (pasutri) ini lebih sering bertengkar. Dan setiap kali bertengkar, ujung-ujungnya Tole keluar rumah dan tidak pulang berhari-hari.

Sepekan dua pekan, sebulan dua bulan, Minthul masih tahan dengan kondisi rumah tangganya. Namun, karena Tole akhirnya melupakan tanggungjawabnya sebagai seorang suami, akhirnya Minthul memutuskan menggugat cerai suaminya. Gugatan itu dilayangkan tanpa sepengetahuan suaminya.

Begitu surat pengadilan sampai ke tangan Tole, barulah laki-laki yang saban harinya bekerja sebagai sales ini sadar jika telah digugat cerai. Tole yang tak terima, langsung memamarahi istrinya. Minthul yang sudah kebal dengan tabiat suaminya, tak menggubris protes dari sang suami.

“Saya biarkan saja, lama-lama dia cepak sendiri,” katanya. Keputusan Minthul sendiri sudah bulat. Ia tak ingin batinnya tersiksa gara-gara sifat suami yang temperamental serta tak menghargai usahanya.

(br/mie/rf/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia