Selasa, 12 Dec 2017
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Kena PHK, Suami Jadi Parasit

Kamis, 05 Oct 2017 11:00 | editor : Muhammad Fahmi

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Kelakuan Tole (nama samaran), 40, warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini tidak layak ditiru. Setelah terkena PHK dari tempat kerjanya, Tole malah menggantungkan hidupnya pada sang istrinya, Minthul (juga nama samaran), 41.

Maklum saja, Tole malah sering keluyuran tak jelas. Hal itulah yang membuat Tole rutin meminta uang ke istri untuk uang saku. Geregetan dengan kelakuan suaminya, Minthulpun menggugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengaku benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya. Padahal, kewajiban memberikan nafkah pada keluarga seharusnya tugas suami. “Eh ini tidak. Setelah di PHK dan gak dapat-dapat kerja, malah menikmati hidup,” keluh Minthul.

Usia pernikahannya dengan Tole memang tidak bisa dibilang singkat. Setidaknya sudah belasan tahun mereka berumah tangga. Dari pernikahannya, mereka sudah memiliki 2 buah hati. Selama menikah, baik Tole dan Minthul memang sebelumnya adalah buruh pabrik.

Karena sama-sama bekerja sebagai buruh pabrik, perekonomian keluarga ini aman-aman saja. Bahkan mereka sudah memiliki rumah sendiri, meskipun kecil dan sederhana. Namun, cobaan berat justru datang setahun yang lalu. Dimana suaminya terkena PHK dan harus menganggur dalam waktu yang lama.

“Jelas terpukul pas tahu suami kena PHK. Di usia yang sudah tidak muda lagi, jelas susah dapat kerja lagi,” ungkapnya.

Awalnya Tole memang tak terlalu terpukul, bahkan semangat untuk mencoba mencari kerja lagi. Sekali dua kali, dan akhirnya sudah puluhan lamaran yang dikirimkan tak satupun nyantol. Bahkan lewat koneksi temannya pun, tak satupun yang membuahkan hasil.

“Setelah itu sampai 6 bulan coba-coba terus, akhirnya nyerah juga. Memang dari pesangon dan mengandalkan gaji saya memang cukup. Tapi ya gitu, lama-lama kan pas-pasan kedepannya,” ujar Minthul.

Setelah tak kunjung dapat kerja, Tole mencoba menghibur diri dengan memperbanyak aktivitas di luar rumah. Tapi sayangnya, aktivitas cangkrukan suaminya ini justru makin membebani uang keluarga. Ini lantaran karena tak ada pendapatan lagi, otomatis Tole selalu meminta uang saku ke Minthul untuk jajan di luar.

Sekali dua kali, Minthul memang kasihan dan memberikan uang. Tapi, hal itu justru keterusan. Hampir setiap hari Tole kelayapan tidak jelas, dan jarang ada di rumah. Pernah sampai 3 hari tak pulang, dan saat pulang kembali minta uang biar ada pegangan uang.

“Sampai gitu terus beberapa bulan terakhir. Gak peduli keluarga sama anak juga terlantar. Bahkan karena suami hanya andalkan saya untuk makan dan meminta uang saku terus ya sudah terakhir bertengkar. Tak lama saya pilih cerai saja karena suami sudah seperti itu,” pungkasnya.

(br/eka/rf/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia