Sabtu, 21 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Minta Menantu Ganti Profesi

Rabu, 04 Oct 2017 12:40 | editor : Muhammad Fahmi

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Selepas tak lagi diperpanjang kontraknya di perusahaan terdahulu, Tole (nama samaran), 27, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, alih profesi menjadi sales di perusahaan air minum. Namun, profesi baru itu ternyata tak disukai keluarga Minthul (juga nama samaran), 22, istrinya.

Bahkan, keluarga istrinya menyuruh Tole untuk ganti pekerjaan. Tentu saja hal itu membuat Tole bertanya-tanya. Pasalnya, pekerjaan yang digelutinya adalah pekerjaan halal dan terhormat. Meskipun, jika dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, jelas kalah mentereng.

Akhirnya, Tole menduga jika pernikahannya dengan yang berjalan 2 tahun ini, juga dikarenakan pihak keluarga melihat pekerjaannya. “Ya saya gak tahu, apa awalnya saya diterima jadi menantu karena pekerjaan saya. Karena dari kerjaan kantoran, kelihatannya memang menjanjikan,” ungkapnya.

Proses pendekatan yang dilakukan Tole saat itu terhitung cepat. Rupanya mertua Tole sudah cocok. Setelah menikah, Tole ikut tinggal di rumah orang tua Minthul. Pasangan suami istri (pasutri) ini tinggal di rumah orang tua Minthul, karena Minthul tak ingin jauh dari keluarganya.

Meskipun numpang di rumah mertua, Tole mengaku jika awalnya keluarga Minthul cukup welcome. Bahkan Tole merasa keluarga istrinya itu menyayanginya seperti anak sendiri.

“Karena saya merasa diperlakukan kayak anak sendiri, jadi sebagian besar gaji saya berikan ke istri. Gaji itu digunakan untuk keperluan keluarga satu rumah,” jelasnya.

Hari-hari berikutnya, Tole mengaku makin nyaman berada di rumah mertuanya. Hingga akhirnya, nasib buruk datang saat usia pernikahan mereka masuk tahun kedua. Perusahaan tempat Tole bekerja, tak menambah kontrak kerja Tole. Ia di-PHK dengan alsan perusahaan melakukan efisiensi.

Hal ini tentu membuat syok keluarga. Namun, Tole tak mau berlarut-larut. Dengan uang pesangon, Tole banting tulang agar bisa segera mendapatkan pekerjaan serupa. Sayangnya, di perusahaan bergengsi tak semudah itu bisa mendapatkan pekerjaan.

“Akhirnya ya dengan ijazah SMK saya coba melamar-melamar lagi. Tapi, ya susah. Akhirnya, saya dapat pekerjaan sebagai sales. Setiap hari keliling ke toko-toko,” ungkapnya. Tujuannya saat itu, hanya ingin menunjukkan rasa tanggung jawabnya pada keluarga. Meski hal itu tak ditanggapi positif oleh keluarga sang istri.

“Sekarang ya sering keliling, naik motor, dan keringetan,” ungkapnya. Setahun menjadi sales, mertuanya semakin menunjukkan ketidaksukaannya. Apalagi, “setoran” Tole pada mertuanya tak seperti dulu. “Gak kerasan lagi, akhirnya bertengkar terus. Ya sudah saya jarang pulang ke rumah istri dan terakhir istri malah minta cerai,” katanya.

(br/eka/rf/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia