Minggu, 24 Sep 2017
radarbromo
PERSEKAP

Nasib Persekap Tunggu Manajemen

Kamis, 14 Sep 2017 02:20 | editor : Fandi Armanto

TUNGGU PEMBUBARAN: Pemain Persekap ketika masih berlaga di putaran dua Liga 2 lalu. Usai terdegradasi, sampai sekarang belum ada kejelasan dengan nasib pemain dan ofisial.

TUNGGU PEMBUBARAN: Pemain Persekap ketika masih berlaga di putaran dua Liga 2 lalu. Usai terdegradasi, sampai sekarang belum ada kejelasan dengan nasib pemain dan ofisial. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Gagal bertahan di Liga 2 Indonesia musim ini, nasib Persekap kini diujung tanduk. Berbagai persoalan internal yang kompleks kini menghantui para pemain dan ofisialnya. Rentetan persoalan yang dialami Ali Khumaidi cs itu tak hanya terjadi di lapangan hijau semata. Melainkan juga masalah internal klub yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Tim berjuluk Laskar Suropati itu kini juga mengalami persoalan finansial. Pasalnya, subsidi dari pengelola liga yang telah diajukan beberapa bulan yang lalu, tak kunjung dicairkan. Akibatnya, pengelolaan finansial pemain dan ofisial pun tak lancar.

Bukan hanya pemain yang terpukul dengan degradasinya Persekap. Jajaran pelatih dan ofisial juga sama. Tak terkecuali Asyari Cahyani, pelatih Persekap. Dia mengaku, memang sulit jika sebuah tim terkendala finansial.

“Sekarang pemain sepak bola itu juga berpikir realistis. Saya pun demikian, kalau soal finansial tak memenuhi,” ungkapnya kepada koran ini.

Ia menilai, persoalan yang dihadapi klub besutannya itu cukup dilematis. Disatu sisi, dirinya bertanggung jawab penuh akan kejayaan klub. Disisi lain kebutuhan yang mestinya diberikan untuk menunjang peningkatan kualitas klub, tak ada.

Misalnya, Asyari mengungkapkan keinginannya untuk membeli pemain yang diperkirakan akan membantu Persekap. “Lagi-lagi itu hanya sebatas keinginan, uangnya tidak ada,” keluhnya.

Akhirnya, ia pun hanya bisa pasrah dengan kondisi klub selama ini. Usai kekalahannya di laga terakhir melawan Madura FC, ia mengungkapkan kegagalannya membawa nama Persekap naik level. “Gagal sudah semuanya. Saya yang pernah membawa Persekap naik ke Divisi Utama, sekarang saya juga yang menurunkan. Tapi kondisinya memang sangat jauh berbeda. Dulu ada uangnya, sekarang tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Persekap, Helmi menuturkan bahwa sejauh ini belum ada rencana pembubaran klub yang dikelolanya itu. Hal itu memang akan dilakukan. Namun, harus ada prosedur yang mesti dijalankan. “Pembubaran klub masih belum, ada tahapannya,” kata pria yang juga anggota DPRD Kota Pasuruan itu.

Lebih lanjut, Helmi tak menyebut kapan tahapan yang dimaksudkannya itu dilakukan. Menurut dia, dalam waktu dekat memang akan digelar rapat internal manajemen Persekap. Melalui forum itu, akan dibahas sejumlah persoalan yang selama ini terjadi di tubuh Persekap. Tak menutup kemungkinan juga dilakukan evaluasi besar-besaran.

“Kami belum tahu. Nanti akan ada rapat manajemen, yang akan membahas banyak hal. Bisa soal gaji pemain dan lain sebagainya,” tandas Helmi.

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia