Rabu, 20 Sep 2017
radarbromo
Probolinggo

Polisi Pastikan Korban Tenggelam Sebelum Snorkeling

Senin, 21 Aug 2017 07:05 | editor : Fandi Armanto

SHOCK: Andriyanto, rekan Nanda yang shock lantaran kawan mereka tewas terseret ombak. (Ferry Hidayat/Jawa Pos Radar Bromo)

SUMBERASIH - Insiden tewasnya Andi Nanda Kasih Hidayatullah yang terseret ombak di Pulau Giliketapang, sempat diduga akibat bermain snorkeling. Namun pelaku wisata snorkeling di Desa Giliketapang memastikan bahwa, korban yang terseret ombak terjadi saat rombongan belum mengikuti wisata snorkeling.

Bahkan, tiga dari tujuh korban yang sempat terseret ombak ketika di tepi pantai, sempat ditolong perahu nelayan dan pelaku wisata snorkeling. Sayang, satu diantara ketiganya yakni Andi Nanda Kasih Hidayatullah, tak mampu diselamatkan hingga akhirnya tewas.

Pelaku wisata snorkeling di Pulau Gili memastikan, bahwa kegiatan mereka sudah berizin. Bahkan saat wisatawan menikmati snorkeling, peralatan lengkap selalu menyertai. Pun demikian dengan perizinan yang dimiliki.

Abdur Rohman, 27, salah satu penggagas snorkeling mengatakan bahwa snorkeling bermula dari Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis). Selanjutnya, terbentuknya 1 pengelola snorkeling. Namun, timnya ada 12 yang masing-masing dikelola oleh perorangan. 

Terkait dengan tragedi itu, pihaknya yang saat itu berada di lokasi mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pasca pengambilan foto dengan drone di bagian ujung barat. Saat itu ombak membesar hingga menyeret korban dan dua temannya. Korban sendiri terseret ke tengah laut dengan kedalaman mencapai 5 meter. 

“Tidak mungkin jika meninggal ketika snorkeling. Mengingat, snorkeling pasti ada empat guide, serta tak di lokasi yang berombak. Termasuk ada pelampungnya,” terangnya pria asal Gili tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Kapolsek Sumberasih Polres Probolinggo Kota AKP Wahyudi. Setelah dilakukan visum, tak ada luka dibagian tubuh. Hanya saja bagian perut mengembung akibat kemasukan air. Sehingga, dari pihak keluarga yang datang sekitar pukul 14.30 tak ingin dilakukan otopsi. Dan, pada pukul 15.30 keenam rombongan lainnya langsung dipulangkan. 

“Dari pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menuntut. Pihaknya mengatakan bahwa, apa yang dialami oleh korban merupakan musibah,” bebernya.

(br/fun/rpd/fun/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia