Minggu, 24 Sep 2017
radarbromo
Radar Bromo Events

Begini Cara Warga Prigen Berikan Dukungan untuk Mujibudda’awat di Pilbup

Senin, 14 Aug 2017 07:35 | editor : Muhammad Fahmi

PENGUMPULAN BALOT SEMENTARA: Warga di Kecamatan Prigen saat mengumpulkan balot di Angkringan Banyu Mili, Lumbangrejo, Prigen, Sabtu (12/08) malam.

PENGUMPULAN BALOT SEMENTARA: Warga di Kecamatan Prigen saat mengumpulkan balot di Angkringan Banyu Mili, Lumbangrejo, Prigen, Sabtu (12/08) malam. (Muhammad Hidayat/Jawa Pos Radar Bromo)

PRIGEN - Jajak pendapat berupa pengumpulan balot pilkada gelaran Jawa Pos Radar Bromo di Kabupaten Pasuruan banyak direspons. Beberapa komunitas masyarakat juga mulai menunjukkan aksi pengiriman balot untuk mendukung tokoh mereka.

Yang terbaru dilakukan para warga di wilayah Kecamatan Prigen. Puluhan warga itu berkumpul di Angkringan Banyumili Prigen, Sabtu (12/8) malam.

Balot dari guntingan koran sudah mereka bawa dari 14 desa atau kelurahan. Sehingga, aksi jemput bola untuk pengumpulan balot itu pun dilakukan tim Jawa Pos Radar Bromo.

Mereka juga sudah menuliskan nama hasil pilihan mereka, yakni Muhammad Mujibudda`awat. Satu persatu dari mereka kemudian memasukkan balot yang sudah ditulis ke dalam kotak yang sudah disediakan.

"Saya pilih Gus Mujib (panggilan Mujibudda`awat) karena dia peduli pada kami," ujar Santoso, pegiat seni dan budaya asal Jawi, Candiwates, Prigen.

Rata-rata warga yang mengirimkan balot memang berasal dari keluarga besar ranting Partai Demokrat. Mujib sendiri tercatat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Selain berasal dari ranting, para warga juga berasal dari komunitas pegiat seni dan juga pengelola lingkungan desa Lumbangrejo.

Setelah satu per satu balot dimasukkan, salah satu warga, Budi, menghitung balot yang terkumpul. Malam itu, balot yang terkumpul sebanyak 270 lembar. "Ini masih sementara. Karena banyak dari ranting yang belum terkumpul," ujar Mujibudda`awat yang ikut menyaksikan penghitungan balot itu.

Bagi Mujib, jajak pendapat seperti ini penting dilakukan. Minimal untuk mengukur potensi calon bupati dan wakil bupati yang akan berlaga di Pilkada Kabupaten Pasuruan, 2018 mendatang. "Bagi saya, ini salah satu pembelajaran politik kepada masyarakat," tegasnya.

Soal pilihan warga malam itu yang menginginkan dirinya untuk maju, Mujibudda`awat merespon keinginan mereka. Menurutnya, semua warga punya kebebasan memilih. "Kalau saya diamanahi warga untuk maju, insya Allah saya siap," tegasnya.

(br/fun/mie/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia