Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ini Ancaman Hukuman untuk Pasutri Calo CPNS

Sabtu, 12 Aug 2017 10:00 | editor : Muhammad Fahmi

DIPENJARA: Reza dan Umila saat dimintai keterangan penyidik Polres Probolinggo.

DIPENJARA: Reza dan Umila saat dimintai keterangan penyidik Polres Probolinggo. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAAN - Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Hariyanto Rantesalu mengungkapkan, kasus penipuan dengan modus menawarkan pengangkatan CPNS di Kabupaten Probolinggo sangat meresahkan. Tidak menutup kemungkinan, akan ada korban lain yang akan melapor.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak percaya janji seseorang yang bisa mempercepat proses pengangkatan CPNS. Jika merasa menjadi korban penipuan, segera melapor ke kami,” terangnya.

Hariyanto mengatakan, pasangan suami-istri (pasutri) Reza dan Umila yang jadi tersangka penipuan bermodus calo CPNS itu dijerat pasal 378 KUHP atau 372 KUHP tentang Penggelapan atau Penipuan. “Kami tahan kedua tersangka karena takut melarikan diri dan melakukan penipuan serupa,” tambahnya.

Penangkapan pasutri ini bermula dari geramnya salah seorang korban, yakni Sujito, 63, warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Ia yang sudah ditipu sekitar Rp 30.950.000, itu berusaha menjebak pelaku. Kebetulan, pelaku kembali meminta uang Rp 6 juta.

Antara pelaku dan korban kemudian bertemu di sebuah SPBU di Kecamatan Kraksaan, Kamis (10/8) sekitar pukul 10.00. Sebelumnya, korban sudah menghubungi polisi. Begitu ada penyerahan uang Rp 6 juta saat pertemuan itu, kedua pelaku langsung diamankan.

Setelah pasutri itu ditangkap, Jumat (11/8) ada 6 warga yang melapor telah ditipu. Mereka ditipu dengan jumlah bervariasi hingga puluhan juta.

(br/mas/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia