Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon featured
PERSEKAP

Harus Abaikan Status Tandang

Sabtu, 12 Aug 2017 04:00 | editor : Fandi Armanto

MISI JAGA DOMINASI: Gelandang Persekap David Nurcahya (kiri) bakal jadi sentral permainan Persekap untuk membongkar pertahanan tuan rumah PS Sumbawa Barat yang dikomandoi Andi Kurniawan.

MISI JAGA DOMINASI: Gelandang Persekap David Nurcahya (kiri) bakal jadi sentral permainan Persekap untuk membongkar pertahanan tuan rumah PS Sumbawa Barat yang dikomandoi Andi Kurniawan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

SUMBAWA - Menyisakan empat laga dengan kondisi masih berada di dua terendah dari bawah di klasemen sementara grup 7. Itulah kondisi Persekap di Liga 2 musim ini.

Alih-alih untuk lolos ke fase selanjutnya. Untuk lolos dari jeratan degradasi saja, tim berjuluk Laskar Suropati ini harus kerja ekstra keras. Apalagi, dari 4 laga sisa itu, tiga diantaranya harus dilakoni di kandang lawan.

Namun, peluang untuk tetap berkipra di kompetisi profesional masih terbuka lebar. Asal, Ali Khumaidi cs bisa mengoptimalkan empat laga tersisa dengan baik.

Salah satunya, memanfaatkan laga saat bersua penghuni dasar klasemen sementara grup 7, PS Sumbawa Barat, Sabtu sore (12/8) (kick off pukul 16.00 WIB). Meski berstatus tim tamu, namun tim besutan Asyari Cahyani itu pantang keder.

Sebab, rekor pertandingan melawan tim asal Sumbawa Barat itu dimenangi Persekap. Dalam tiga pertemuan terakhir, Persekap selalu unggul atas PS Sumbawa Barat termasuk saat bermain away di ISC B musim lalu.

Apalagi, stadion 17 Desember di Taliwang yang jadi homebase PS Sumbawa Barat juga tak terlalu angker bagi tamunya. Dari 3 laga kandang yang telah dilewati Laskar Udru –julukan PS Sumbawa Barat-, tim ini hanya mampu menang sekali, seri sekali dan kalah sekali.

Meski begitu, Asyari meminta anak asuhnya tak meremehkan lawan. Ia meminta semua pemain fokus pada pertandingan. “Setiap pertandingan sangat krusial. Kami harap dapat mencuri poin,” tandasnya.

Meski bermain away, pria yang juga jadi sekdes Kejapanan ini juga meminta anak asuhnya untuk mampu mencetak gol. Ia meminta anak asuhnya, khususnya para strikernya bisa mengoptimalkan peluang sekecil apapun untuk menjadi gol.

Sebab, kelemahan tuan rumah adalah rapuhnya lini pertahanan. Dari 8 laga, Laskar Udru sudah kebobolan 16 gol. “Kami membawa 15 pemain ke Sumbawa Barat. Tiga diantaranya striker. Yakni, Bayu Alfarizi, Mariono, Imam Syafi’i,” kata Asyari kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Bayu Alfarizi yang baru terbebas dari hukuman kartu merah besar kemungkinan bakal mendapat kepercayaan di lini depan. Ia bakal didampingi Imam Syafi’i untuk membongkar lini pertahanan PS Sumbawa Barat.

(br/tom/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia