Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Pandaan

Belum Berani Cabut Status KLB DBD

Sabtu, 12 Aug 2017 12:05 | editor : Fandi Armanto

Belum Berani Cabut Status KLB DBD

BANGIL - Pemkab Pasuruan belum mencabut status kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski dari catatan Dinas Kesehatan mencatat terjadi penurunan penderita, status KLB masih disematkan karena bisa sewaktu-waktu ada yang diserang. Terlebih saat ini cauaca tidak menentu karena hujan masih terkadang turun.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi. Ia menjelaskan, status KLB untuk DBD belum dicabut. Sebab, masih ada temuan, meski kasus DBD di wilayah Kabupaten Pasuruan cenderung mengalami penurunan. 

Agus menguraikan, pencabutan status KLB DBD akan dipantau hingga akhir tahun ini. Bila memang menunjukkan grafik yang menurun, tentunya pencabutan tersebut akan dilakukan. Namun, bila tidak, status KLB itu bisa saja dipertahankan. 

“Kami masih melakukan pemantauan untuk beberapa bulan ke depan. Khawatirnya, saat anomali cuaca seperti sekarang ini, kasus DBD cendrung meningkat. Makanya, status KLB itu belum kami cabut,” beber Agus. 

Dari catatannya, sepanjang tahun 2016, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pasuruan memang tinggi. Tercatat ada 764 kasus. Parahnya, ratusan kasus tersebut, membuat 27 orang meninggal dunia. 

Jika dibandingkan 2015, jumlah kasus di tahun 2016 memang lebih tinggi. Sebab, tahun 2015 lalu, hanya 686 kasus. Namun, dari sisi kasus korban meninggal, lebih tinggi yakni mencapai 28 kasus. 

Sementara untuk tahun ini, cenderung mengalami penurunan. Hingga Mei 2017, tercatat ada 192 kasus DBD. Tujuh di antaranya mengakibatkan penderitanya meninggal dunia. 

“Kalau dibandingkan 2016, cenderung mengalami penurunan. Sebab, untuk perbandingan hingga Mei 2016, sudah terdapat 433 kasus. Di mana ada 20 orang meninggal karena virus yang disalurkan nyamuk aedes aegypti tersebut. Padahal, tahun ini hanya ada 192 kasus dengan kematian tujuh orang,” sambung dia. 

Karena itulah, ia memandang kalau jumlah kasus tersebut mengalami penurunan. Kendati demikian, status KLB DBD untuk wilayah Kabupaten Pasuruan belum dicabut. 

Dikatakan Agus, beberapa hal menjadi penunjang dalam penurunan kasus DBD itu. Program gerakan masyarakat sadar lingkungan (Gemasdarling, Red) serta gerakan satu rumah satu kader jumentik, menjadi penunjang. 

“Karena peran aktif masyarakat, sangat menunjang dalam menanggulangi ancaman DBD,” paparnya.

(br/one/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia