Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Bangil

Belum Tetapkan Tersangka di Kecelakaan Pikap Muat Rombongan Tilik Haji

Sabtu, 12 Aug 2017 05:05 | editor : Fandi Armanto

RINGSEK: Pikap muat rombongan tilik haji yang mengalami kecelakaan di Patebon, Kejayan, Kamis (10/8) lalu.

RINGSEK: Pikap muat rombongan tilik haji yang mengalami kecelakaan di Patebon, Kejayan, Kamis (10/8) lalu. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Polisi masih mendalami kecelakaan pikap muat rombongan tilik haji di Desa Patebon, Kecamatan Kejayan. Dalam insiden yang terjadi Kamis (10/8) sore lalu, kepolisian belum menetapkan siapa orang yang patut jadi tersangka.

Polisi memang sempat mengamankan Khuzaeni (sebelumnya tertulis Kusaeni), 40, sopir pikap nopol W 9884 L. Namun Satlantas Polres kemudian memulangkan Khuzaeni lantaran harus turut serta dalam prosesi pemakaman Vina Nur Amelia Putri, 6, korban yang tewas dalam insiden tersebut.

Satlantas Polres Pasuruan memiliki pertimbangan subjektif penyidik dalam hal itu. “Karena Khuzaeni itu masih paman dari korban yang meninggal (Putri). Kami belum menetapkan Khuzaeni sebagai tersangka,” ujar Iptu Marti, Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Kendati demikian, Marti tak menampik bahwa penyelidikan yang dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan sudah mulai terkuak. Menurutnya, memang ada kelalaian sang sopir dalam mengemudikan kendaraannya sehingga kecelakaan terjadi. Dari hasil olah TKP, laju pikap diketahui cukup. Sesaat sebelum menabrak, pikap melaju dengan kecepatan berkisar 40-50 kilometer perjam. 

“Kami menilai adanya kelalaian dari sopir pikap ini. Dia kurang konsentrasi. Indikasi lain penyebab kecelakaan, masih kami selidiki melalui keterangan saksi. Untuk sopir sendiri, sudah kami lakukan tes urin dan dinyatakan negatif, tidak ada pengaruh narkoba,” terang eks Kanit PPA itu.

PULUHAN PENUMPANG: Beberapa penumpang pikap yang sempat dirawat di RSUD dr R Soedarsono usai kecelakaan.

PULUHAN PENUMPANG: Beberapa penumpang pikap yang sempat dirawat di RSUD dr R Soedarsono usai kecelakaan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal di Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan Kamis sore. Sebuah pikap berisi puluhan penumpang yang akan sambang Calon Jamaah Haji (CJH), terguling ketika melintasi jalan desa. Akibat kecelakaan itu, satu orang meregang nyawa dan 23 orang terluka.

Proses evakuasi terhadap korban kecelakaan yang dialami sebuah pikap rombongan tilik CJH memang cukup menyulitkan. Sebab, kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan kabupaten Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan itu, melibatkan banyak penumpang yang didominasi oleh perempuan.

Selain satu korban meninggal dunia, mayoritas penumpang mengalami luka ringan. Namun ada seorang penumpang yang mengalami luka berat akibat patah tulang pada tangan kanannya.

(br/tom/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia