Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Probolinggo

Wali Murid SMAN 1 Probolinggo Keluhkan Sumbangan Rp 2,5 Juta

Jumat, 11 Aug 2017 08:11 | editor : Muhammad Fahmi

Wali Murid SMAN 1 Probolinggo Keluhkan Sumbangan Rp 2,5 Juta

(Ilustrasi)

KANIGARAN - Wali murid SMA Negeri 1 Kota Probolinggo mengeluhkan adanya pungutan sebesar Rp 2.520.000. Pungutan itu, menurut sejumlah wali murid terasa memberatkan. Apalagi, saat rapat penyampaian sumbangan itu, wali murid tak mendapatkan lembaran rincian penggunaan anggaran.

Salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, dalam rapat yang dilakukan Sabtu (5/8) lalu, wali murid diserahi surat pernyataan untuk membayar sejumlah uang yang disebut sumbangan insidental. Tentu saja, banyak wali murid yang mengeluhkan permintaan sumbangan tersebut.

“Tapi, kami tidak diberi lembaran untuk apa saja sumbangan itu. Kami hanya diberi surat keterangan bermaterai,” ujarnya. Sumbangan insidental tersebut di luar uang seragam. Seragam diizinkan membeli di luar sekolah. “Kalau uang pembangunan jelas tidak boleh. Karena sudah masuk dalam APBD,” ujarnya.

Sementara itu, Agustiar, wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyebutkan, sumbangan pendidikan itu bukan kewenangan sekolah untuk memutuskan besarannya. “Komite sekolah yang memutuskan besaran biayanya, setelah menghitung kebutuhan siswa di sekolah. Termasuk yang menyampaikan kepada wali murid adalah komite,” ujarnya.

Joko Hardio, ketua Komite SMAN 1 tidak membantah terkait sumbangan tersebut. Rincian penggunaan anggaran pun telah disampaikan pada wali murid, saat pertemuan Sabtu (5/8) lalu. “Kami sudah paparkan berapa kebutuhan dana pendidikan di sekolah untuk satu tahun. Hasilnya, sejumlah itu yang dibayarkan oleh siswa,” ujarnya.

Namun, sumbangan senilai Rp 2.520.000 itu bisa dibayarkan sesuai dengan kemampaun  wali murid. “Jika memang tidak mampu membayar sesuai dengan hitungan itu, tidak masalah. Bisa semampunya,” ujar Joko. Bahkan, jika siswa berasal dari keluarga tidak mampu, bisa dibebaskan.

Mengenai tidak adanya lembaran informasi terkait peruntukan sumbangan, Joko meyakinkan bahwa rincian penggunaan anggaran telah disampaikan saat rapat. “Memang tidak ada lembaran anggaran. Namun, wali murid bisa memotret rincian anggaran tersebut jika ingin mendapatkan datanya. Bahkan, bisa juga menemui komite sekolah untuk mendaptkan rincian datanya,” jelasnya.

(br/put/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia