Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

Eks Kadinsosnakertrans Diberhentikan Tak Hormat

Jumat, 11 Aug 2017 06:45 | editor : Fandi Armanto

AMBIL SUMPAH: Suasana mutasian pejabat pemkot di Gradika, Kamis (10/8) siang.

AMBIL SUMPAH: Suasana mutasian pejabat pemkot di Gradika, Kamis (10/8) siang. (Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO - Promosi jabatan yang terjadi di lingkungan kerja Pemkot Pasuruan itu juga ada salah satu posisi yang sebelumnya masih diisi oleh Plt. Yakni Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat, yang sebelumnya dijabat Giri Prayogo.

Jauh sebelum itu, posisi tersebut semula diisi oleh Didik Rame DW. Namun lantaran kasus yang menjeratnya, posisi Didik Rame DW dijabat sementara oleh Giri Prayogo. Namun yang terjadi, Giri Prayogo belakangan juga terjerat kasus hukum. Bahkan perkara yang menyandung Giri sudah berkekuatan hukum tetap.

Nah, dalam mutasian itu, Kamis (10/8), posisi Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat akhirnya diisi oleh Plt Siti Zuniati yang juga Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah.

Lalu bagaimana dengan posisi Giri Prayogo? Menurut Wali Kota Setiyono, saat ini, status kepegawaian Giri Prayogo telah diberhentikan dari PNS di lingkungan Pemkot Pasuruan. Itu, setelah kasus korupsi yang menyeretnya masuk ke meja hijau, telah dinyatakan inkracht oleh hakim pengadilan tipikor Surabaya, beberapa waktu lalu.

“Giri Prayogo sudah diberhentikan dengan tidak hormat. Kami tidak ingin menentang peraturan itu. Itu konsekuensi atas kasus tipikor yang telah dinyatakan inkracht oleh pengadilan, itu yang menjadi dasar pemberhentian seorang pegawai,” tegas Setiyono.

Hanya saja, Setiyono tak memastikan kapan mulai diberhentikannya Giri Prayogo sebagai pegawai di lingkungan Pemkot Pasuruan. 

Lain halnya dengan Didik Rame yang juga tengah terjerat kasus hukum korupsi pengadaan traffic light. Setiyono menguraikan bahwa saat ini Didik Rame DW juga telah diberhentikan sementara dari posisinya sebagai pegawai di lingkungan Pemkot Pasuruan. Dia di nonjobkan.

Hanya saja, status Didik Rame masih pegawai negeri sipil. Ini lantaran, Didik Rame DW masih melakukan upaya hukum kasasi. Sehingga Pemkot Pasuruan belum dapat memutuskan status kepegawaian atasnya.

“Aturannya memang demikian, kalau ada pegawai yang terjerat kasus tipikor, harus diberhentikan sementara dengan penerimaan gaji 50 persen dari seluruhnya. Kalau Didik Rame, kami belum dapat mengambil langkah, karena kasusnya belum selesai dengan upaya hukum kasasi yang diajukan,” pungkasnya.

(br/tom/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia