Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Radar Bromo Events

Gali Ilmu Wirausaha di Ponpes Sidogiri

Kamis, 10 Aug 2017 08:20 | editor : Muhammad Fahmi

LIHAT LANGSUNG: Para nominasi Santri Entrepreneur Kabupaten Probolinggo 2017 melihat langsung proses produksi AMDK Santri, Rabu (9/8).

LIHAT LANGSUNG: Para nominasi Santri Entrepreneur Kabupaten Probolinggo 2017 melihat langsung proses produksi AMDK Santri, Rabu (9/8). (Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN - Setelah melalui sejumlah tahapan, event Santri Entrepreneur Kabupaten Probolinggo 2017 akhirnya memasuki tahap akhir. Rabu (9/8), 20 nominasi diajak mengunjungi Ponpes Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, untuk melakukan studi banding.

Kunjungan ini merupakan rangkaian terakhir dalam event hasil kerja sama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo. Para santri dari pesantren se-Kabupaten Probolinggo, itu disambut oleh Sekretaris I Ponpes Sidogiri M. Syamsul Huda Mahfudh bersama Direktur Bisnis Basmalah dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Santri Ahmad Edy Amin.

Di sana, para nominasi disuguhi presentasi menarik tentang sejarah dan perkembangan Koppontren Sidogiri. Seperti, profil tentang sejumlah unit usaha Koppontren Sidogiri. Di antaranya, unit usaha toko Basmalah yang memiliki sejumlah minimarket hingga luar kota. Serta, AMDK Santri yang pemasarannya makin meluas.

Ahmad Edy Amin juga menyelingi motivasi kepada para nominasi. Dalam kesempatan ini, para nominasi juga diberikan kesempatan bertanya. “Tentu kunjungan ini sangat berharga. Sebab, bisa belajar langsung tentang dunia wirausaha yang ada di pondok. Ini, menjadi modal kami dalam menggeluti wirausaha,” ujar salah satu nominasi dari Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Muhmaada Nur Fadhol.

Usai mengikuti presentasi, para nominasi diajak mengunjungi pabrik AMDK Santri di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan. Di sana, mereka diajak mengelilingi pabrik. “Kunjungan ini membuktikan ada semangat dari Pemkab Probolinggo untuk memberdayakan para santri agar bisa belajar berwirausaha. Ini juga merupakan bentuk sinergi antara pondok pesantren agar bisa menciptakan peluang baru, sekaligus sharing,” ujarnya.

Sedangkan, Kabid Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinkop dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Bambang Supriadi mengatakan, kunjungan ini bertujuan menambah wawasan para nominasi dalam belajar berwirausaha. Sehingga, ke depan mereka bisa mengembangkan usaha yang selama ini digeluti di pesantren masing-masing. “Ini sesuai tujuan event ini. Kami menginginkan para santri memiliki wawasan dan jiwa entrepreneur yang kuat dengan tanpa meninggalkan syariah,” ujarnya.

(br/uno/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia