Rabu, 20 Sep 2017
radarbromo
Radar Bromo Events

Ngaji Bersama Umi Uyun, Jamaah Larut dengan Pesan-Pesan Dakwahnya

Selasa, 08 Aug 2017 07:10 | editor : Radfan Faisal

TAUSHIYAH: Hj. Qurrota A’yunin saat memberikan taushiyah-nya kepada peserta Ngaji Bersama, Senin (7/8).

TAUSHIYAH: Hj. Qurrota A’yunin saat memberikan taushiyah-nya kepada peserta Ngaji Bersama, Senin (7/8). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Ribuan muslimah memadati Gedung Islamic Centre, Kota Kraksaan, untuk mengikuti kegiatan “Ngaji Bersama Dra. Hj. Qurrota A’yunin”, Senin (7/8). Kegiatan yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Probolinggo itu, mendapat apresiasi dari seluruh undangan yang hadir.

Total, ada sekitar 1.300 undangan yang hadir dalam acara yang bertema “Indahnya Islam dalam Membangun Keluarga”. Ribuan jamaah ngaji bersama itu tampak antusias mengikuti taushiyah Umi Uyun –sapaan akrab Qurrota A’yunin –. Sebab, penceramah kelahiran Pasuruan itu, pandai menyisipkan pesan taushiyah dengan hiburan lagu. Jamaah pun dibuat larut dengan pesan-pesan dakwahnya.

Hadir dalam acara ngaji bersama itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Hj. Yuni Nawi, selaku ketua Gabungan Organisasi Pengelola Taman Kanak Kanak Indonesia (GOP TKI) Kabupaten Probolinggo. Selain itu, hadir Forkopimda, PC Muslimat dan Fatayat NU Kraksaan, pengurus Dharma Wanita, PKK, IGTKI, dan lainnya.

Hj. Yuni Nawi mengatakan, acara ngaji bersama tahun ini kembali digelar setelah tahun lalu sukses. Pihaknya, ingin istiqamah menyelenggarakan kegiatan bertemakan dakwah Islam. “Semoga dengan ngaji bersama ini, bisa istiqamah untuk belajar menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Pertama kali menyapa jamaah, Umi Uyun menyanyikan sepenggal lagu dangdut berjudul Kekasih Dunia Akherat yang dipopulerkan Rita Sugiarto. Ia mengatakan, surga dunia itu ada empat. Pertama makan, minum, tidur, dan terakhir jima’ alias hubungan suami-istri.

“Dalam kitab kuning dijelaskan, saat malam Jumat, jika seorang istri mencium tangan suami, maka pahalanya sama halnya mencium hajar aswad. Pahalanya besar," katanya. Ia juga berpesan pada jamaah untuk tidak meninggalkan kewajiban salat lima waktu. Terutama Salat Subuh, karena selama ini banyak yang meninggalkannya.

“Salat yang memang berat dilakukan adalah Salat Subuh. Walaupun dua rakaat, godaannya luar biasa. Apalagi pengantin baru,” katanya disambut gelak tawa undangan.

Umi mengatakan, kunci bagi perempuan untuk mendapatkan surga adalah mengerjakan puasa dan menjaga kehormatan, terutama  taat pada suami. “Suami adalah pakaian dari kehormatan kita. Sebagai seorang istri, kita harus menjaga dengan baik," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, juga ditampilkan dai-dai cilik serta penampilan samroh. Serta, penyerahan trofi dan piagam lomba Dai Kids.

(br/mas/rf/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia