Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Ini Ditahan

Selasa, 08 Aug 2017 11:35 | editor : Fandi Armanto

TERSANGKA: Hermansyah yang kini harus berurusan dengan hukum.

TERSANGKA: Hermansyah yang kini harus berurusan dengan hukum. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PANDAAN - Butuh waktu satu tahun bagi polisi untuk menangkap Hermansyah, 40. Warga Desa Kemiri, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo ini diburu polisi karena menjadi pelaku penggelapan duit perusahaaan. Pelaku ditangkap polisi Sabtu (5/8) lalu, sekitar pukul 20.30 malam, saat berada di dalam rumah kontrakannya di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Selama ini, pelaku yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, melakukan penggelapan uang milik perusahaan total Rp 74.196.300. Aksi pelaku dilakukan selama Agustus 2016, saat masih tercatat sebagai sales PT Setia Pesona Cipta, yang ada di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan.

“Ada sekitar setahun menjadi DPO kami. Sebelumnya, mantan sales dan dengan sengaja melakukan penggelapan uang di perusahaan tempat dirinya bekerja selama ini,” jelas Kanit Reskrim Polsek Pandaan Iptu Agus Purnomo pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (7/8). Total kerugian perusahaan mencapai Rp 74.196.300.

Modus yang dilakukan pelaku, saat menjadi sales di perusahaan tersebut, ia tidak menyetorkan uang hasil penjualan dari tagihan sebanyak 18 toko. Padahal, 18 toko itu sudah membayar kewajibannya. Pihak perusahaan yang mengetahui hal ini, melapor ke polisi. Pelaku kemudian kabur dengan membawa duit hasil penggelapan.

“Pelapornya adalah pihak perusahaan. Pelaku dengan sengaja mengambil dan memakai uang pabrik, tanpa disetorkan sama sekali. Kini, uang tersebut sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tukasnya.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti kasus penggelapan uang perusahaan ini. Yakni, 17 lembar delivery order (DO) dan sales invoice (SI) dari 18 toko. Kini, baik pelaku maupun barang buktinya, diamankan di Mapolsek Pandaan.

Setelah menangkap pelaku, polisi fokus pada penyidikan. “Pelakunya kami jerat dengan pasal 374 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” katanya.

(br/zal/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia