Senin, 23 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Sering Cekcok Masalah Ranjang

Senin, 07 Aug 2017 11:35 | editor : Radfan Faisal

Sering Cekcok Masalah Ranjang

(Ilustrasi: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

KEBUTUHAN biologis memang menjadi salah satu cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, tak semua pasangan memiliki gairah berhubungan intim ketika masuk usia senja. Seperti yang dirasakan Minthul (nama samaran), 53, warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Minthul tak mampu melayani hasrat menggebu-gebu Tole (juga nama samaran), 52, suaminya. Maklum, meski usia sang suami juga kepala lima, hasrat beraktivitas di ranjang tetap greng. Itu sebabnya, Tole selalu rutin minta jatah kala libidonya tengah di ubun-ubun.

Sementara Minthul, kini ogah-ogahan ketika diajak bermesraan. Hal itu bukan tanpa sebab. Menurunnya gairah Minthul untuk bercinta, karena ia sudah menopause atau tak lagi menstruasi. Kadangkala, antara Tole dan Minthul terlibat cekcok perihal aktivitas ranjang tersebut.

“Seharusnya dia (Tole, Red) mengerti. Masa masih egois dan tak mau mengerti kondisi istrinya,” ungkapnya. Minthul mengakui, fase menopause yang dialaminya, menurunkan gairah seksualnya. Apalagi, Minthul selama ini juga bekerja. “Capek pulang kerja maunya ya istirahat. Sudah tua juga, gak pengen aneh-aneh. Termasuk mesra-mesraan sama suami,” imbuhnya.

Ya, jika dari sisi ekonomi, tak ada masalah dalam rumah tangga Tole dan Minthul. Sebab, keduanya saat ini masih tercatat sebagai karyawan di perusahaan swasta. Kedua anaknya pun, juga telah mandiri. Persoalan yang sering membuat keduanya bertengkar adalah hubungan intim di ranjang.

Meski ogah-ogahan, namun Minthul mengaku tetap mau meladeni suaminya. Ini, lantaran memang sudah menjadi tugas istri. Namun, Minthul menolak jika intensitasnya terlalu sering. Ia berharap Tole mengerti kondisinya saat ini yang  mudah lelah dan capek. “Eh dia malah marah dan biasanya jadi ngamuk gak jelas. Dan, ini bakal jadi bahan hujatan sampai beberapa hari,” ungkapnya.

Minthul mengatakan, sejatinya juga jengkel dengan kelakuan suaminya. Apalagi suaminya memang tak pernah memperdulikan keadaan istrinya sendiri. Entah capek atau lagi bad mood, Tole tetap saja ingin dilayani seperti raja. “Saya sudah bilang berkali-kali kalau udah gak kayak dulu. Tapi, Tole tetap saja meninggikan keinginannya,” ungkapnya.

Ketika Minthul dianggap tak bisa melayaninya dengan baik, Tole malah meminta izin untuk kawin lagi. Itu, semata-mata agar hasratnya bisa tetap bisa dilampiaskan. “Eh, Tole malah ingin kawin lagi dan mementingkan hasratnya saja,” keluhnya. Karena tak mau dimadu, Minthul mengambil langkah berani. Bercerai.

“Gak masalah hidup sendiri, daripada makin tua, suami malah makin menjadi. Lebih baik sendiri saja tapi tenang,” katanya membela diri.

(br/eka/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia