Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon featured
Radar Bromo Events

Kebijakan Pengasuh juga Dinilai

Kamis, 03 Aug 2017 08:00 | editor : Muhammad Fahmi

CEK PRODUK: Tim juri mengunjungi pabrik roti Ponpes Al Mashduqiah. Selain melihat proses pembuatannya, juri juga mengecek kemasannya.

CEK PRODUK: Tim juri mengunjungi pabrik roti Ponpes Al Mashduqiah. Selain melihat proses pembuatannya, juri juga mengecek kemasannya. (Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Mulai Rabu (2/8), tim juri event Santri Entrepreneur Kabupaten Probolinggo 2017, menilai para nominasi di lapangan. Pada penilaian di hari pertama itu, tim juri melakukan kunjungan lapangan ke empat nominasi.

Keempat nominasi itu berada di Kecamatan Kraksaan. Yakni, nominasi yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mashduqiah, Kelurahan Patokan dan tiga nominasi lainnya berada di Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Saqa), Desa Rangkang.

Dalam kunjungan tersebut, ada tiga dewan juri yang terlibat. Yaitu, Bambang Supriadi, kabid Usaha Mikro Kecil dan Menegah pada Dinas  Koperasi dan Usaha Mikro; Sudarmanto dari Kadin Kabupaten Probolinggo; dan Abdul Halim, wakil rektor Universitas Panca Marga Probolinggo.

Dimulai dengan mengunjungi Ponpes Al Mashduqiah. Ponpes yang diasuh oleh KH. Mukhlisin Sa’ad itu mengangkat pabrik roti sebagai perwakilannya dalam event gelaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo  bersama Jawa Pos Radar Bromo tersebut.

Tim juri pun mengunjungi pabrik pembuatan roti di Ponpes setempat. Agus Zainal Munir, perwakilan dari Ponpes Al Mashduqiah dalam event ini juga mempresentasikan profil pabrik roti tersebut.

“Selain sebagai sarana pembelajaran bagi santri untuk mengembangkan kreativitasnya dalam berwirausaha, pendirian pabrik roti ini tidak lepas dari peran pengasuh. Pengasuh memiliki keinginan untuk menyajikan makanan sehat kepada santri tanpa pengawet,” ujar Zain, panggilannya.

Bambang Supriadi mewakili tim juri mengatakan, salah satu poin dari penilaian event ini adalah kebijakan pengasuh dalam mendorong santrinya berwirausaha di lingkungan ponpes yang diasuhnya. Sehingga, selain belajar agama, santri juga bisa mengikuti pola pikir pengasuh dalam berwirausaha. “Dorongan itu, kami nilai melalui karya atau jenis kegiatan usaha yang melibatkan santri,” katanya.

Dari Ponpes Al Mashduqiah, kunjungan lapangan dilanjutkan ke Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Di Ponpes yang diasuh KH. Abdul Hafidz Aminuddin itu, tiga orang sekaligus jadi nominasi.

Yaitu, Icramoatul Wardani dengan kegiatan usaha berupa pemanfaatan barang bekas. Kemudian, Uswatun Hasanah dengan kegiatan usaha kantong cantik serbaguna. Dan terakhir, Afinda Kharisma. Dia mengangkat budi daya ikan lele dengan sistem sirkulasi air.

PRESENTASI: Tiga nominasi dari Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani dinilai oleh tim juri dalam sesi presentasi di ponpes setempat, Rabu (2/8).

PRESENTASI: Tiga nominasi dari Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani dinilai oleh tim juri dalam sesi presentasi di ponpes setempat, Rabu (2/8). (Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

(br/uno/mie/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia