Rabu, 18 Oct 2017
radarbromo
icon-featured
Features
Serunya Bila Komunitas sepeda Tua Berkumpul

Jadi Ajang Silaturahmi, Anggota Kian Banyak

Minggu, 23 Jul 2017 16:02 | editor : Fandi Armanto

BAK PEJUANG: Gowes Kosti di Kota Pasuruan yang diikuti ratusan anggotanya.

BAK PEJUANG: Gowes Kosti di Kota Pasuruan yang diikuti ratusan anggotanya. (Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada banyak komunitas sepeda di Pasuruan. Salah satunya Komunitas Sepeda Onthel Indonesia (Kosti) Korwil Pasuruan yang terdiri dari belasan komunitas. Minggu (23/7) pagi ratusan anggota ini gowes bareng.

FANDI ARMANTO, Pasuruan

JARUM jam pagi itu baru menunjukkan pukul 06.00. Tapi suasana pasar Kebonagung tepatnya di belakang pos polantas Kebonagung, ratusan orang berkumpul. Mereka bukan hanya pengunjung pasar. Melainkan anggota komunitas sepeda tua, yang pagi itu hendak gowes bersama. 

Ya, mereka adalah anggota Komunitas Sepeda Onthel Indonesia (Kosti). Sebuah komunitas yang terdiri dari gabungan komunitas sepeda onthel atau sepeda tua. Diantaranya Ndorohbey, Koncipening Lekok, PPO (Paguyuban Piet Ontel) Grati, WIC (Wonorejo Onthel Club), Osaka (Obahe Sikil Gawe Sehat), Kompak (Komunitas Onthel Masyarakat Kota Pasuruan), Korep (Komunitas Onthel Rejoso). Sedikitnya, ada belasan komunitas sepeda tua dari seluruh Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Ciri khas komunitas ini bukan hanya dari sepeda yang digunakan. Tapi, anggotanya nyentrik lantaran banyak memakai pakaian ala zaman dahulu. Bahkan, ada yang lengkap dengan atribut pejuang seperti para veteran.

Salah satunya adalah Joko Mulyadi. Lelaki yang seharinya adalah Lurah Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan ini, datang bersama kawan-kawannya. “Kami mau gowes bareng sekaligus halal bihalal,” kata Joko sembari tersenyum.

Hal serupa juga dilakukan Solikin, anggota PPO yang pagi itu nampak energik. Sembari menyeruput kopi, dia sudah tak sabar untuk mengikuti konvoi. Terbukti saat gowes, dia ada di barisan paling depan. Dengan bangga Solikin memancal sepeda tua miliknya, yang dipenuhi aksesoris seperti bel maupun lampu.

“Beginilah kami kalau berkumpul. Selalu ramai. Ini baru Wilayah Pasuruan. Kalau berkumpul dari seluruh Jatim, bisa lebih ramai lagi,” katanya.

Acara gowes bareng Minggu pagi itu, mengambil rute cukup panjang. Mereka berangkat dari titik di pasar Kebonagung, menuju Desa Karangpandan, Kecamatan Rejoso. Disanalah puncak acara Halal Bihalan Kosti digelar.

Anshori, Ketua Kosti Korwil Pasuruan mengatakan, acara Halal Bihalal sengaja digelar untuk menjalin silaturahmi. Gowes bersama adalah bagian acara di dalamnya. “Selain Sehat, kami ingin menjaga budaya sekaligus olahraga bersama. Itu memang tujuan dari komunitas onthel,” beber lelaki purnawirawan polisi itu.

Sebagai komunitas sepeda, Anshori mengaku, saat ini jumlah anggota di Kosti semakin banyak. Itu terlihat jika mereka melakukan pertemuan. “Selalu saja ada anggota yang baru. Komunitas kmi juga beragam. Bukan hanya orang-orang di kelas menengah ke bawah. Ada banyak profesi yang tergabung di komunitas ini. Mulai dari wiraswasta, Polri, TNI, PNS dan lainnya,” beber Anshori bangga.

Selain komunitas dari Pasuruan, acara Halal Bihalal juga dihadiri pentolan komunitas onthel ini dari daerah tetangga. Salah satunya Kosti Korwil Malang Kota. Nurhadi, ketua Kosti Korwil Malang Kota mengatakan, sangat senang dengan kekompakkan komunitas ini.

“Tujuan komunitas ini mencari sehat dan kawan. Kami bangga dengan komunitas yang semakin berkembang ini,” beber Nurhadi. (*)

(br/fun/fun/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia