Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pasuruan

Keranjingan PS, Nekat Bobol Rumah

Jumat, 19 May 2017 08:59

Keranjingan PS, Nekat Bobol Rumah

DITAHAN: Tiga tersangka yang sudah menghuni sel Mapolsek Gadingrejo, Kamis (18/5). (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

GADINGREJO - Hari-hari Firman Alkafi, 19; Hudan Adi, 20, remaja asal Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo; dan Ahmad Iqbal, 23, warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kini tak lagi sebebas biasanya. Usai ditetapkan sebagai tersangka, saat ini ketiganya harus meringkuk di balik dinding sel Mapolsek Gadingrejo untuk menjalani proses lebih lanjut.

Ketiga pemuda yang tak jelas pekerjaannya itu, disangka telah membobol sebuah rumah milik Hariyanti, 50. Lokasinya berada di Perum Gading Permai Jalan Anyelir Raya, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, dua pekan yang lalu.

Saat itu, ketiga pelaku memang telah mengetahui bahwa rumah tersebut tengah dalam kondisi tak berpenghuni. Sebab, Hariyanti dan anaknya yang diketahui bernama Peter Santoso, 18, tak lain ialah teman karib ketiga pelaku. Dari Peter inilah mereka mengetahui bahwa pemilik rumah tengah melakukan perjalanan menuju Jakarta sejak sehari sebelumnya.

Persis saat rumah kosong, ditambah dengan kondisi malam hari, ketiga pelaku melancarkan aksinya. Langkah yang mereka lakukan pertama kali yaitu membobol ventilasi jendela depan rumah. Hudan dan Ikbal secara bergantian memasuki rumah. Sementara Firman, bertugas untuk berjaga di halaman rumah untuk memantau keamanan dua temannya yang tengah beraksi.

Sekitar 25 menit dua pelaku mengacak-acak isi rumah. Seluruh sudut rumah pun tak luput dari sasaran mata dua pelaku. “Dua pelaku yang berada di dalam rumah membawa kabur sebuah ponsel, bor listrik, dan tiga tabung elpiji. Lalu kabur dari pintu belakang,” kata Kompol Wartono, Kapolsek Gadingrejo.

Sedangkan, aksi ketiga pelaku itu baru diketahui oleh pemilik rumah dua hari setelahnya. “Itu, setelah korban mendapat kabar dari kerabatnya yang curiga karena rumah dalam kondisi berantakan,” imbuhnya.

Ketiga pelaku kemudian berhasil diamankan petugas Polsek Gadingrejo, Minggu (14/5)  lalu. Polisi beberapa hari memang melakukan penyelidikan menyusul adanya laporan korban.

Wartono menyebut, ketiga pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Dihadapan penyidik, ketiga tersangka mengaku terpaksa melakukan aksinya.

“Barangnya dijual buat ngopi dan main PS (PlayStation), Pak,” aku Hudan. Bersamaan dengan penangkapan ketiganya, petugas hanya mendapati barang bukti berupa ponsel. Sedangkan barang bukti lainnya diduga kuat telah dijual oleh ketiga pelaku.

“Ponsel hasil curian itu sebenarnya mau dijual ke saksi AZ. Tapi, ternyata AZ juga masih temannya Peter, anak pemilik rumah itu. Dari situ kami berhasil membongkar kedok ketiga pelaku,” tandas Wartono. (tom/fun)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia