Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pasuruan

Rampas Motor untuk Kabur dari Polisi

Dua dari Empat Pelaku Berhasil Dibekuk

Jumat, 19 May 2017 08:51

Rampas Motor untuk Kabur dari Polisi

TERINDIKASI PELAKU KEJAHATAN: Syukur dan Hasan yang Kamis (18/5) sempat dibawa ke IGD RSUD dr R Soedarsono usai diamankan di simpang empat Kebonagung. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO - Operasi Patuh Semeru yang Kamis (18/5) digelar Satlantas Polres Pasuruan Kota di simpang empat Kebonagung membuat pengguna jalan gempar. Penyebabnya, ada empat orang yang mengendarai dua motor, kabur ketika hendak digeledah. Demi menghindari polisi, pelaku yang kabur merampas motor pengunjung Pasar Kebonagung.

Aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan polisi sempat terjadi. Namun, dua dari empat pelaku berhasil kabur. Dua pelaku yang berhasil diamankan kini harus diproses hukum lantaran ditengarai pelaku pencurian motor (curanmor).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sebelum aksi tersebut terjadi, sekitar pukul 09.00 Satlantas memang sedang menggelar Operasi Patuh Semeru. Operasi itu berlangsung di simpang empat Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan. Banyak pengendara yang terjaing lantaran kendaraannya tak sesuai persyaratan.

Hingga empat pelaku melintas di simpang empat. Para pelaku yang mengendarai motor jenis matic melaju dari arah Pohjentrek (selatan). Begitu melihat ada operasi, keempat pelaku rupanya terkejut. Namun, mereka hanya bisa terdiam karena ada petugas yang jumlahnya banyak. Dari situlah drama perampasan terjadi.

“Saat itu petugas sebenarnya hendak menindak. Sebab, keempatnya tidak memakai helm,” beber AKP Hari Subagyo, kasatlantas Polres Pasuruan Kota.

Saat dijaring dalam operasi, keempat pria itu langsung menunjukkan reaksi yang tak biasa. Sebagai upaya antisipatif, petugas juga berinisiatif untuk mengambil kunci dua motor Honda Beat yang masing-masing dikendarai oleh Syukur, 25 dan Hasan, 34, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu.

Namun, dua pelaku lain yang berada di boncengan, mengambil langkah seribu. Saat itu petugas sejatinya berupaya mengejar. Namun, dua pelaku rupanya nekat. Dua pelaku masuk ke Pasar Kebonagung. Nah, di dalam pasar itulah salah satu pelaku sempat mengancam Alif, yang saat itu mengendarai motor Honda Beat.

Alif yang saat itu sedang mengantar ibunya ke pasar, juga tak bisa bertindak. Sebab, lehernya dikalungi celurit. Perempuan ini akhirnya merelakan motor Honda Beat miliknya, kabur dibawa pelaku.

Saat perampasan terjadi, petugas sebenarnya sudah berupaya menindak. Termasuk pengunjung di dalam pasar. “Tapi, karena pelaku bawa celurit, petugas sedikit ragu-ragu. Mungkin khawatir pelaku melukai. Usai mengambil motor, pelaku yang bawa celurit langsung kabur melalui pintu di depan Puskesmas Kebonagung dan menjauh usai lari ke arah Jalan Panglima Sudirman,” terang Wiratama, salah satu pengunjung.

Nah, saat pelaku kabur, Wiratama hanya melihat ada satu pelaku. “Dia mengendarai motor dengan kecepatan kencang sambil menenteng celurit. Saya hanya mendengar teriakan polisi dan pengunjung, tapi juga tak bisa bertindak karena bawa sajam,” terang lelaki berkulit gelap itu.

Saat itulah terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Kontan hal ini sempat membuat warga maupun pengguna jalan yang tengah berada di kawasan tersebut gempar.

Polisi juga sudah mengejar pelaku yang membawa kabur motor Alif. Tapi, polisi kehilangan jejak di Jalan Erlangga, di Kelurahan Wironini.

Sementara itu, dua pelaku yang berhasil diamankan, dibawa ke Poslantas di Kebonagung. Tak berselang lama, petugas dari Satreskrim datang dan membawa mereka ke IGD RSUD dr R Soedarsono.

Hari menuturkan bahwa saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pasuruan Kota. “Dalam koridor Satlantas, mereka memang melakukan pelanggaran dan ketentuan yang ada. Pertama, tidak menggunakan helm, juga kelengkapan kendaraan tidak dipenuhi,” lanjutnya.

Polisi pun menggeledah barang bawaan keduanya. Dari situlah polisi juga menemukan dua buah sajam jenis celurit. Selain itu, di dalam tas milik salah satu pelaku, terdapat beberapa barang yang membahayakan seperti dua bondet berukuran bola bekel dan sebuah bondet berukuran lebih besar yang terbuat dari bohlam bekas. Ketiga bondet itu kemudian dijinakkan dengan rendaman air oleh petugas Polantas yang tengah melakukan operasi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Riyanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan terkait dengan adanya kasus tersebut. “Kedua pelaku masih dikeler anggota untuk menunjukkan keberadaan dua orang komplotannya yang kabur itu,” katanya. Kedua pelaku kini telah diamankan di sel Mapolres Pasuruan Kota untuk menjalani proses lebih lanjut. (tom/fun)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia