Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pasuruan

Hore..... Program SMA Gratis Masih Bisa Berjalan di Kota Pasuruan

Kamis, 18 May 2017 11:09

Hore..... Program SMA Gratis Masih Bisa Berjalan di Kota Pasuruan

CAIR MEI: Bantuan keuangan untuk siswa SMA sederajat di kota dicairkan mulai Mei. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO - Harapan siswa-siswi SMA/SMK/MA di Kota Pasuruan untuk menikmati sekolah gratis akan terwujud. Pemkot Pasuruan menyebut, Pemprov Jatim telah memberi lampu hijau untuk mencairkan anggaran sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK/MA Kota Pasuruan tahun ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Wasis mengatakan, kewenangan pengelolaan SMA/SMK/MA memang beralih ke tangan Pemprov Jatim. Namun, pemkot tetap menyiapkan anggaran untuk sekolah gratis. Tahun ini, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 10 miliar.

“Anggaran ini untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun di Kota Pasuruan. Ini, mengacu pada Perda Kota Pasuruan Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan,” katanya.

Wasis menjelaskan, anggaran miliaran rupiah ini diperuntukkan membiayai kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa-siswi asal Kota Pasuruan sebesar Rp 8.370.992.000. Rinciannya, untuk SMA swasta Rp 486.864.000, SMK swasta Rp 2.400.096.000, dan MA swasta Rp 108.192.000.

Lalu, untuk SMA negeri Rp 3.052.096.000, SMK negeri Rp 2.093.504.000, serta membiayai TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB sebesar Rp 230.240.000. Selain itu, anggaran ini juga diperuntukkan membayar kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) di Kota Pasuruan sebesar Rp 1.630.800.000.

Karena anggaran ini bersifat bantuan keuangan (BK), Pemkot Pasuruan sempat meminta petunjuk pada Pemprov Jatim tentang cara pencairannya. Dan, pemkot mendapat lampu hijau untuk tetap menyediakan sekolah gratis selama 12 tahun.

Namun, sampai saat ini anggaran BK ini belum dicairkan. Sebab, mekanisme pencairannya harus merujuk pada petujuk teknis (juknis). Dan, berdasarkan juknis, pencairan BK untuk tahun 2017 baru bisa dilakukan mulai 22 Mei sampai 17 Juli.

“Kami sudah dapat lampu hijau dari Pemprov. Namun, pencairannya baru bisa dilakukan 22 Mei. Untuk tahun 2018 mendatang, Insya Allah tetap kami alokasikan asal Perda yang mengaturnya masih berlaku,” terang Wasis. (riz/hn)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia