Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pasuruan

Gerebek Gudang, Polisi Sita 5 Ton Beras

Kamis, 18 May 2017 10:52

Gerebek Gudang, Polisi Sita 5 Ton Beras

DIAMANKAN: Puluhan karung beras yang kini diamankan di mapolresta setelah sebelumnya diamankan di sebuah gudang di Pleret, Kecamatan Pohjentrek. Polisi menduga beras itu dioplos dari berbagai merek. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

POHJENTREK - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan Kota menggerebek sebuah gudang beras yang berada di Jalan Raya Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/5). Kuat diduga, gudang milik Panca, warga Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, itu dijadikan tempat pengoplosan beras.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo yang memimpin langsung penggerebekan itu. Menurut Rizal, penggerebekan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan bahan pangan pokok menjelang Ramadan. Ia juga menyebut bahwa pemilik gudang tersebut diduga melakukan pengoplosan beras yang didapatnya dari Banyuwangi itu.

“Memang ada upaya mencari keuntungan dengan mengoplos beras dengan dikemas ulang,” kata Rizal.

Dari hasil penggerebekan itu, petugas mengamankan ratusan kantong beras kemasan siap jual dengan berat yang berbeda-beda. Total beras yang diamankan diperkirakan mencapai 5 ton.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Riyanto menyebutkan, saat ini pihaknya masih mendalami adanya temuan itu. Eks Kasatreskrim Polres Situbondo itu menambahkan, pihaknya telah melakukan penyelidikan selama sepekan terakhir.

“Sebelumnya, kami menerima informasi dari masyarakat bahwa gudang ini dicurigai sebagai tempat pengoplosan beras,” katanya.

Ia membeberkan bahwa pemilik gudang itu merupakan tengkulak yang membeli beras dengan jumlah besar dengan label “Anggur” dari Banyuwangi dan dikemas ulang dengan label “Beras Panca” dengan klasifikasi berbeda-beda di gudang tersebut.

“Sejauh ini kasus ini masih kami dalami. Yang jelas, penggerebekan ini juga dilakukan sebagai antisipasi permainan harga bahan pokok pangan menjelang Ramadan,” lanjutnya.

Ditambahkannya, upaya pengemasan ulang beras itu dinilai dapat merugikan konsumen. Sebab, sebanyak empat kemasan yang dikeluarkan oleh gudang itu, memiliki kualitas yang sama.

Dengan begitu, lanjut Riyanto, pihaknya menduga adanya upaya permainan harga dari pemilik gudang yang bermaksud mencari keuntungan besar. Terlebih, kemasan beras itu didistribusaikan ke seluruh toko, minimarket, dan juga pasar.

Sutanto, yang mengaku sebagai kakak dari Panca selaku pemilik gudang itu mengatakan, pihaknya telah memliki izin usaha. Ia juga mengeluhkan tindakan petugas yang dinilainya terlalu terburu-buru. “Seharusnya bisa dikomunikasikan terlebih dahulu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Riyanto menegaskan saat ini masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik gudang untuk dimintai keterangan.

Sebanyak 5 ton beras kini diamankan di Mapolres Pasuruan Kota guna kepentingan penyelidikan. Sejumlah beras itu terdiri atas 60 kantong polos, 73 kantong berukuran besar, dan 104 kantong berukuran kecil.

Selain itu, petugas juga turut mengamankan sebuah timbangan dan mesin pres plastik serta 9 karung bungkus plastik kemasan dengan kapasitas 5 kilogram. “Selanjutnya, masih kami dalami. Sementara pemilik diduga melanggar UU Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999, UU Pangan No 18 Tahun 2012 atau UU Perindustrian No 3 Tahun 2014,” tandas Riyanto. (tom/fun)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia