Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Probolinggo

Korban Pembunuhan Sopir Ekspedisi Sempat Melawan dengan Pistol Mainan

Kamis, 18 May 2017 10:51

Korban Pembunuhan Sopir Ekspedisi Sempat Melawan dengan Pistol Mainan

MOTIF CEMBURU: Muhid (memakai balaklava), Rabu (17/5) dirilis di Polres Probolinggo Kota. Tersangka diamankan tiga jam usai membacok korban di sebuah bengkel di Jalan Krakatau, Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa pos Radar Bromo)

MAYANGAN - Dalam press release yang digelar di Mapolres Probolinggo Kota Rabu (17/5), terungkap kronologis saat Muhid menghabisi Lasiadi. Muhid mengungkapkan aksi pembacokan tersebut ia lakukan sendiri.

Ia memang sudah mengincar korban Lasiadi. Sekitar pukul 07.00 pada Selasa pagi (16/5),  Muhid berangkat dari rumah orang tuanya yang berada di Lumbang dengan mengendarai ojek. Tujuannya adalah bengkel tempat korban biasa menaruh mobil.

Setibanya di bengkel, dia melihat kendaraan yang biasa dipakai korban masih ada. Sehingga, ia menunggu di sekitar lokasi. Melihat korban datang dan masuk bengkel, Muhid langsung membuntuti dari belakang. “Setelah saya membacok korban, saya langsung lari ke area persawahan,” terangnya.

Muhid mengaku, sebelum dia membacok, pagi itu sempat terjadi cekcok. Karena situasi mulai memanas, maka Muhid langsung membacok korban di bagian dada sebelah kanan.

Menurut Muhid, korban sebenarnya juga melakukan perlawanan. Itu, ditandai karena Lasiadi ternyata membawa pistol mainan yang diduga air cabai di dalamnya. Pistol berisi air cabai itu sempat disemprotkan ke mata tersangka.

“Dia (korban) bawa pistol mainan yang berisi air cabe, pada saat saya bacok dadanya, ia tembakan pistol itu ke mata saya. Saya berhasil mengelak dan membacok tangannya (korban). Dan saat korban hendak melarikan diri, saya bacok satu lagi dibagian belakang. Ketika ia jatuh saya bacok lagi sebanyak dua kali,” beber tersangka polos.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, setelah mengetahui korban meninggal, tersangka langsung melarikan diri ke area persawahan. Namun, petugas mencium keberadaan tersangka dan pelaku berhasil ditangkap di tengah persawahan jagung di Jalan Raya Bromo, Kecamatan Kademangan.

“Selanjutnya, petugas membawa ke polsek dan langsung dilanjutkan ke Mabepolresta guna dilakukan penyelidikan,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 340 KUHP sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan ancaman minimal penjara selama 20 tahun penjara. Dua pasal itu diterapkan lantaran ada unsur pembunuhan berencana, yang ditandai dengan pelaku menyiapkan senjata.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Krakatau, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, digegerkan dengan adanya aksi pembacokan. Pembacokan yang terjadi di sebuah bengkel milik Mustajab, 56, menewaskan Lasiadi, lelaki yang seharinya bekerja sebagai sopir ekspedisi.

Lasiadi meninggal di lokasi kejadian dengan dua luka sobek di punggung, salah satunya tembus hingga mengenai jantung. Satu luka leher bagian belakang (di bawah otak kecil) dan satu luka dibagian dada sebelah kanan serta luka dibagian tangan kanan. (rpd/fun)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia