Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pandaan

Penumpang Bus yang Tabrak Pasutri hingga Tewas Overload

Rabu, 17 May 2017 11:23

Penumpang Bus yang Tabrak Pasutri hingga Tewas Overload

NAHAS: Penumpang bus yang mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Purwosari Selasa (16/5). (Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOSARI - Insiden kecelakaan maut di jalur Surabaya-Malang, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Selasa (16/5) tak hanya membawa korban dari pengendara motor. Sebanyak 13 penumpang dan kernet bus juga mengalami luka-luka.

Saat evakuasi para penumpang bus P.O Kalisari itu, diketahui bahwa bus antar kota dalam provinsi itu overload. Jumlah penumpang yang berdiri cukup banyak.

“Penumpang dalam bus memang penuh, selain duduk juga ada yang berdiri. Penumpang yang mengalami luka-luka, kebanyakan yang berdiri ketimbang duduk,” kata Yoyok Yoga Prasetio, sopir bus P.O. Kalisari saat ditemui di Poslantas Purwodadi.

Menurut Yoyok, jumlah penumpang yang duduk ada sekitar 59 orang. Sementara penumpang berdiri sebanyak 21 orang. Pagi itu merupakan perjalanan pertama bus itu dari arah Surabaya ke Malang.

“Ini (penumpang full) memang sudah biasa. Mengingat pagi hari, banyak penumpang ngantre di tepi jalan. Meskipun (bus) sudah penuh, (penumpang) tetap mau naik,” terangnya.

Yoyok pun menyebut, kecelakaan tersebut merupakan sebuah insiden yang terjadi tanpa ada unsur kesengajaan. Ia pun hanya bisa pasrah. “Bus melaju kecepatan sedang, karena posisi perseneling masuk gigi tiga. Eh, di depan ada mobil berhenti mendadak dipotong motor, mengarah ke kiri. Saya pun banting setir melintas di bahu jalan, malah nabrak motor dan bengkel,” ungkapnya.

Kondisi bus yang overload itu pun jadi sorotan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan. Kepala Dishub setempat, Heri Yitno mengatakan, bus yang mengalami kecelakaan itu penumpangnya overload.

“Jumlah kursinya 60, termasuk untuk sopir. Tapi, kami dapat laporan ada 21 penumpang yang berdiri. Itu, sudah menyalahi ketentuan yang dianjurkan,” jelasnya Heri Yitno.

Lantaran itu, PO Bus Kalisari itu pun disebutkan Heri terancam sanksi oleh Dishub Jatim. “Sanksinya bisa berupa teguran keras atau bahkan pencabutan izin trayeknya,” beber Heri. (zal/mie)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia