Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Pandaan

Pasutri Tewas Dihantam Bus

14 Alami Luka-Luka, Bengkel Hancur

Rabu, 17 May 2017 11:02

Pasutri Tewas Dihantam Bus

HANCURKAN BENGKEL: Bus Kalisari terjun ke sawah usai menabrak motor dan bengkel di tepi jalan raya, Selasa (16/5). Petugas saat mengamankan motor korban (insert). (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOSARI - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Surabaya-Malang, Selasa pagi (16/5). Sebuah bus Kalisari L 7027 UL hilang kendali usai mobil yang ada di depannya, ngerem mendadak.

Bus keluar badan jalan, lantas menghantam motor yang ditumpangi tiga orang di bahu jalan. Laju bus baru terhenti usai menabrak sebuah bengkel di pinggir jalan.

Imbas kecelakaan itu, dua orang meregang nyawa di lokasi kejadian. Keduanya adalah pasangan suami-istri (pasutri) Abdul Rokim, 35 dan Naima, 30, asal Dusun/Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo. Selain itu, 14 orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 06.30 pagi. Pagi itu, bus antar kota dalam provinsi (AKDP) Kalisari yang dikemudikan Yoyok Yoga Prasetio, 34, warga Dusun Tawang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, melaju dari arah utara ke selatan.

Saat sampai di lokasi kejadian, sopir bus dikejutkan mobil Daihatsu Espass yang ngerem mendadak. Mobil itu berhenti lantaran ada motor yang memotong jalurnya. Mobil yang melaju di lajur cepat itu juga sempat banting setir ke arah kiri.

“Bus yang ada di belakang mobil itu berusaha menghindari mobil dengan banting setir ke kiri. Lalu meluncur keluar di bahu jalan,” jelas Wisudawan, 28, salah satu penumpang bus P.O. Kalisari asal Kota Batu.

Nahasnya, saat bus keluar jalan, saat itu juga ada motor Honda Vario yang baru keluar dari RS Ganesha Medika. Motor itu dikendarai oleh Abdul Ghofur, 37, warga Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, yang membonceng pasutri Abdul Rokim dan Naima.

Kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Ghofur terpental. Sementara Rokim yang berada di tengah dan Naima yang berada paling belakang di boncengan motor sempat terseret bus. “Kejadiannya berlangsung cepat,” ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.

Hal itu dibenarkan Sundari. Menurutnya, sejak dari arah Surabaya, laju bus sejatinya tak terlalu kencang. “Saya duduk tepat di belakang sopir. Saya melihat di depan bus ada mobil ngerem mendadak,” jelasnya.

Usai menabrak motor, bus menghantam sebuah bengkel yang ada di pinggir jalan. Selain menewaskan 2 orang, kecelakaan maut itu juga membuat 14 orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban luka pun langsung dievakuasi ke UGD Puskesmas Purwosari. Termasuk dua korban tewas. Khusus untuk korban tewas, akhirnya dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil.

“Korban luka-luka ada 14 orang. Terdiri atas satu pengendara motor, 13 lainnya kernet dan penumpang bus P.O. Kalisari,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti.

Usai kejadian, petugas Satlantas Polres Pasuruan langsung melakukan olah TKP. Sopir bus Kalisari pun juga diamankan ke poslantas setempat lantas dibawa ke Mapolres Pasuruan untuk dimintai keterangan.

“Kami belum menetapkan tersangka. Masih menunggu proses penyidikan tuntas dan olah TKP-nya. Untuk sementara, posisinya (bus) berada di pihak tak menguntungkan. Karena lalai dan kurang kehati-hatiannya, bukan karena rem blong ataupun ngantuk,” jelas Marti. (zal/mie)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia