Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Kraksaan

Lagi, Lima Saksi Sidang Pembunuhan Abdul Gani Tak Hadir

Rabu, 17 May 2017 11:00

Lagi, Lima Saksi Sidang Pembunuhan Abdul Gani Tak Hadir

MINTA MAHAGURU: Taat Pribadi konsultasi dengan penasihat hukum, Muhammad Soleh. Dalam sidang Selasa (16/5), penipuan pada korban Najemiah, diungkap, Taat Pribadi minta dicarikan mahaguru pada terdakwa Vijay. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Lima saksi yang sedianya akan memberikan keterangan dalam sidang pembunuhan terhadap sultan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Abdul Gani, Selasa (16/5), kembali tidak hadir. Padahal, kelimanya sangat dibutuhkan untuk memberi keterangan dalam sidang. Sebelumnya, kelima saksi juga absen dalam sidang.

Kelima saksi itu adalah Prof Resi Seto Sunarto yang merupakan Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Pemerintah (LP3) NKRI; Raden Muhammad Bahroni dari Mabes Polri; Yusuf Wahyudiono dan Sumari dari Polda Jatim; serta Priyambodo dan Bambang Suheryadi sebagai saksi ahli hukum pidana.

Muhammad Usman, JPU dari Kejati Jatim mengatakan, keterangan saksi Seto dalam BAP disebutkan, korban Abdul Gani meminta tolong pada saksi Seto untuk melaporkan dugaan penipuan di padepokan.

Pasalnya, di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ada kegiatan yang tidak selaras. Baik itu aturan agama, maupun hukum negara. “Sehingga, Gani minta tolong pada saksi untuk melaporkan ke Mabes Polri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (16/5).

Belum diketahui alasan ketidakhadiran kelima saksi tersebut. Karenanya, JPU meminta membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kelima saksi tersebut. ”Kami sudah berupaya untuk menghadirkan kelima saksi dalam persidangan. Namun, kelima saksi tidak dapat hadir. Sehingga, kami pun meminta untuk membacakan BAP para saksi,” terangnya.

Dalam BAP itu disebutkan, terdakwa Taat Pribadi terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani. Hal itu, menurut Usman, sesuai dengan keterangan para saksi yang diperiksa sebelumnya. Sehingga, terdakwa Taat Pribadi ditetapkan tersangka dan dilakukan penangkapan.

Sementara itu, Muhammad Soleh selaku PH terdakwa mengatakan, pembacaan BAP para saksi tidak dapat diterima. Sesuai dalam persidangan, pihaknya meminta pada JPU untuk menghadirkan para saksi tersebut dalam persidangan.

Sehingga, ia menganggap keterangan para saksi dalam BAP, diragukan dan tidak memiliki bukti. “Kami juga keberatan. Majelis hakim langsung hendak memeriksa terdakwa Taat Pribadi. Karena sesuai aturan, kami menghadirkan saksi meringankan lebih dulu baru pemeriksaan terdakwa,” terangnya. (mas/rf)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia