Jumat, 19 Jan 2018
radarbromo
Kraksaan

Begini Cara Instansi di Pasuruan-Probolinggo Tangkal Wannacry

Selasa, 16 May 2017 11:19

Begini Cara Instansi di Pasuruan-Probolinggo Tangkal Wannacry

AMAN: Bagian Kominfo Pemkab Pasuruan mematuhi arahan Kemenkominfo untuk melakukan back up data terlebih dahulu, Senin (15/5). (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Serangan virus malware jenis wannacry membuat kantor pelayanan publik cemas. Termasuk kantor layanan pemerintah. Bahkan, pelayanan di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, sempat terhenti 2 jam. Petugas memilih melakukan back up data sebelum melakukan pelayananan online. Beruntung, warga yang sedang antre memahami kondisi tersebut.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan, jika virus tersebut menyebarkan, dikhawatirkan data kependudukan hilang. Karenanya, ia menginstruksikan anak buahnya untuk mengikuti arahan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

“Di satu sisi, kami khawatir virus itu menyerang sistem data kami. Namun, di sisi lain kami tidak mungkin meliburkan pelayanan. Karenanya, kami minta warga bersabar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (15/5). Namun, setelah itu pelayanan di Dispendukcapil kembali normal.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Tanto Walono mengatakan, pelayanan online di instansinya juga tidak mungkin diliburkan. Karena itu, pihaknya juga mengikuti arahan dari Kemenkominfo. “Komputer dan jaringan di kantor kami semuanya berjalan seperti biasanya. Karena semua data sudah kami back up,” terangnya.

Sementara itu, di Pemkot Probolinggo, belum ada laporan terkait serangan virus tersebut. “Sampai siang ini masih belum ada laporan, apakah terjadi gangguan dalam jaringan komputer di pemkot. Namun, sampai jam 11.00, aplikasi yang ada di Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) sudah dimatikan. Karena sedang proses back up data,” ujar Rey Suwigtyo, Plt kepala Diskominfo Kota Probolinggo.

Meski aplikasi telah dimatikan, namun tidak mengganggu aktivitas pelayanan yang ada. Menurut Tyo – sapaan akrabnya –, serangan virus ini terjadi ke seluruh komputer yang tersambung dengan sistem Local Area Network (LAN).

“Jika virus-virus sebelumnya menyebar karena pengguna komputer meng-klik salah satu tombol, virus ini tanpa harus menekan tombol apapun, bisa tersebar. Yakni, melalui LAN. Makanya pemerintah minta dilakukan back up data karena sasaran virus ini data yang kemudian dikunci. Sehingga, untuk bisa membuka kunci, harus membayar uang melaui rekening tertentu,” ujarnya.

Kecemasan yang sama dilakukan sejumlah instansi di Kota Pasuruan. Sejumlah perbankan, telah melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi serangan virus tersebut. Sehingga, ancaman serangan virus itu tak sampai mengganggu jalannya pelayanan.

Supervisor Penunjang Operasional Bank Mandiri Kota Pasuruan Cahyo Arief Hudan mengatakan, pihaknya memang telah menerima pemberitahuan dari kantor pusat terkait dengan menyebarnya virus tersebut. “Jadi, kami sudah mengantisipasinya dengan tim IT yang ada, sebelum operasional jam kerja,” katanya.

Cahyo juga mengaku, pihaknya telah menjalankan langkah-langkah yang dianjurkan kantor pusat, maupun pemerintah. Yakni, terkait upaya antisipatif penyebaran virus wannacry.

“Memang tim IT datang lebih dulu untuk melakukan maintenance. Terutama, pada server yang rentan terjangkit virus karena harus menyala terus,” imbuhnya. Dengan begitu, lebih dari 100 komputer yang ada di kantor tersebut, tetap dapat dioperasikan.

Di sisi lain, kantor KPP Pratama Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman, terpaksa harus memutuskan sistem jaringan. Hal itu dilakukan lantaran khawatir apabila perangkat komputer tersambung dengan sistem jaringan, justru akan memudahkan perangkat terjangkit virus. (tom/rf)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia