Sabtu, 24 Feb 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pegawai Satker Rastra Dirumahkan 

Senin, 22 Jan 2018 17:15 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi Pegawai Satker Rastra Dipulangkan

Ilustrasi Pegawai Satker Rastra Dipulangkan (pixabay.com/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Nasib pegawai atau tenaga pada satuan kerja program penyaluran beras sejahtera (rastra) pada Bulog Subdivre III Bojonegoro harus gigit jari. Sebab, para pegawai ini harus dirumahkan sementara. 

Hal ini terungkap dari salah seorang tenaga satker rastra di wilayah Subdivre III Bojonegoro yang telah dirumahkan.

Sumber  yang enggan namanya dikorankan itu menuturkan, dia dinyatakan dirumahkan sejak ada rapat dari internal Bulog itu sendiri. 

‘’Ya dirumahkan sementara. Tinggal menunggu kabar selanjutnya,’’ katanya, kemarin (21/1). 

Dia menjelaskan, jumlah para tenaga satker rastra ini di wilayah Subdivre III Bojonegoro itu cukup banyak.

Sebab, mereka meliputi Bojonegoro, Babat, dan Tuban. Nah, kondisi ini membuat mereka bingung harus bekerja apa setelah dinyatakan dirumahkan sementara itu. 

‘’Masa kerja kami beragam. Ada yang lima tahun ada yang lebih dari sepuluh tahun,’’ kata dia. 

Mereka yang bekerja sebagai tenaga satker itu bertugas untuk mengirim beras rastra di beberapa desa.

Setelah beras itu turun, selanjutnya para tenaga itu memastikan beras dalam keadaan baik.

Selanjutnya para pegawai itu juga berkewajiban untuk melakukan penagihan terhadap uang beras rastra itu ke pihak pemerintah desa karena pemerintah desa lah yang bertanggung jawab atas pembagian beras rastra itu. 

‘’Ya sekarang ya tidak bekerja,’’ tutur dia. Dia mengaku, jumlah teman-temannya yang bernasib sama itu cukup banyak.

Namun, dia tak bisa memperkirakan seberapa banyak teman seprofesinya itu dirumahkan. ‘’Kita sabar dulu untuk sementara,’’ terang dia. 

Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Irsan Nasution tak bisa memberikan banyak penjelasan terkait dengan dirumahkannya para pegawai tersebut. 

‘’Saya kan masih baru,’’ tutur dia, saat dikonfirmasi melalui ponselnya. 

Dia tak mengelak jika salah satu penyebab dirumahkannya para tenaga satker rastra itu karena pada tahun ini program subsidi rastra berganti menjadi program bantuan sosial pangan.

Program ini pada 2018 dilaksanakan melalui program bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program bantuan sosial beras sejahtera.

Artinya, rastra pada tahun ini akan digratiskan sehingga tidak lagi seperti dulu yang dibeli oleh para warga kurang sejahtera dengan harga yang cukup murah perkilonya. 

‘’Ya kalau dibagikan secara gratis berarti kan tidak perlu menagih. Apa mungkin nanti ditugaskan untuk mengawal pembagiannya atau bagaimana kita tunggu dulu,’’ kata dia. 

Dia menegaskan, mereka yang bertugas sebagai tenaga satker rastra itu adalah pekerja lepas. 

(bj/nas/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia