Sabtu, 24 Feb 2018
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Investasi Emas Masih Prospektif

Senin, 22 Jan 2018 12:19 | editor : Ebiet A. Mubarok

JADI INVESTASI: Masih menjadi pilihan berinvestasi bagi para petani di Lamongan, terutama pada musim panen.

JADI INVESTASI: Masih menjadi pilihan berinvestasi bagi para petani di Lamongan, terutama pada musim panen. (Rika Rahmawati/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN- Investasi perhiasan emas di Lamongan masih prospektif.  Karena mayoritas konsumen emas di Lamongan berprofesi sebagai petani. Mereka membutuhkan investasi jangka pendek untuk hasil pertaniannya. 

Umayatin, karyawan salah satu toko emas mengungkapkan, kebutuhan perhiasan emas masih stabil.

Karena petani sudah melewati musim tanam sehingga sisa uangnya bisa dibelikan emas sebagai investasi.

Berbeda dengan bulan lalu, kebutuhan emas cenderung turun karena memasuki musim tanam dan masuk sekolah.

Sehingga kebutuhan keuangan dari petani cukup banyak, sehingga tren jual emas lebih dominan daripada beli. 

Menurut Umayatin, permintaan perhiasan emas masih didominasi kalangan petani sawah dan tambak.

Mereka masih mempercayakan investasi pada emas karena harganya terus naik.

Sedangkan ketika dibutuhkan, bisa dijual kapanpun dengan kerugian sesuai kesepakatan.

Bahkan, dalam melakukan investasi konsumen akan memilih perhiasan dengan kadar emas tinggi.

Dengan harga antara Rp 375 ribu-420 ribu, dari harga emas murni Rp 565 ribu.

“Selisihnya tidak banyak karena kadar emasnya tinggi,” terangnya. 

Sementara Yasa’, penjual lainnya mengatakan investasi perhiasan emas di Lamongan masih stabil.

Meski terjadi penurunan, tapi kondisi tersebut karena faktor cuaca.

Sebab mayoritas konsumen emas di Kota Soto ialah petani, sehingga tren penjualannya akan mengikuti perkembangan pertanian.

Jika kondisi pertanian sedang lesu maka penjualan emas tidak akan stabil. Berbeda saat musim panen, permintaan emas akan naik sebab banyak konsumen melakukan investasi. 

Yasa' menambahkan, tren penjualan emas akan terlihat akhir Februari –Maret mendatang.

Karena petani memasuki panen raya, sehingga secara global minat masyarakat terhadap investasi emas bisa terlihat.

“Sekarang masih normal saja, belum terjadi kenaikan signifikan,” tuturnya.

(bj/rka/nas/bet/yqn/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia