Selasa, 17 Oct 2017
radarbojonegoro
icon featured
Events

Tiga Perpustakaan Umum Kecamatan Resmi Dibuka

Kamis, 21 Sep 2017 06:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

SELAMAT-SUKSES : Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono bersama Camat Tambakboyo Didik Purwanto dan forkopimka serta tamu undangan saat meresmikan Perpustakaan Umum Kecamatan Tambakboyo, Selasa (19/9).

SELAMAT-SUKSES : Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono bersama Camat Tambakboyo Didik Purwanto dan forkopimka serta tamu undangan saat meresmikan Perpustakaan Umum Kecamatan Tambakboyo, Selasa (19/9). (Dokumen Pribadi)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Ini sebagai upaya mengembangkan pelayanan kepada warga Bumi Wali. Perpustakaan Umum Kecamatan Widang mengawali launching pada 28 Agustus.

Setelah itu, dilanjutkan Perpustakaan Umum Kecamatan Palang pada 6 September. Terakhir, Selasa (19/9), peresmian Perpustakaan Umum Kecamatan Tambakboyo dihadiri Bupati Tuban Fathul Huda, Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono, Camat Tambakboyo Didik Purwanto, unsur forkopimka, tamu undangan, dan masyarakat. 

‘’Ini program kami dalam rangka pengembangan layanan perpustakaan umum,’’ ujar Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

PELAYANAN: Bupati Fathul Huda mengecek pelayanan Perpustakaan Umum Kecamatan Tambakboyo.

PELAYANAN: Bupati Fathul Huda mengecek pelayanan Perpustakaan Umum Kecamatan Tambakboyo. (Dokumen Pribadi)

Dikatakan dia, hingga tahun ini, sudah delapan perpustakaan umum kecamatan dibuka dan beraktivitas setiap hari. Selain tiga perpustakaan umum kecamatan yang dibuka tahun ini, lima perpustakaan umum lainnya diresmikan tahun sebelumnya. Di antaranya Jatirogo, Rengel, Kerek, Jenu, dan Kenduruan.

Jumlah itu ditambah dengan perpustakaan umum di Kecamatan Tuban. ‘’Sudah kita programkan dalam RPJMD, sampai 2021, perpustakaan umum di 20 kecamatan. Insya Allah bakal terwujud,’’ tegas Joko. 

Dijelaskan dia, selain tempat, koleksi bukunya juga ditingkatkan. Tidak hanya buku umum. Namun, juga buku religius.

Ini sesuai dengan visi kepala daerah, yakni Kabupaten Tuban yang Lebih Religius, Bersih, Maju dan Sejahtera. ‘’Ke depan akan kita tingkatkan pelayanan untuk penyandang cacat. Seperti fasilitas kursi roda, buku-buku braille dan bacaan lainnya,’’ kata dia. 

Joko lebih lanjut mengatakan, peningkatan pelayanan ini juga dalam rangka mengubah paradigma lama tentang perpustakaan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku.

Namun, kini lebih dari itu. Perpustakaan sebagai tempat aktivitas yang dilengkapi dengan sarana wifi. ‘’’Sekarang bisa untuk aktivitas seperti pelatihan keterampilan dan sosialisasi apa pun. Perpustakaan sekarang sebagai sarana belajar sepanjang hayat,’’ tuturnya. 

Bupati Fathul Huda dalam sambutannya mengapresiasi dispersip yang selalu berinovasi. Dikatakan dia, perpustakaan harus diperhatikan karena salah satu perintah wajib dalam Alquran, iqra bismirobbikaladzi kholaq.

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, juga tertuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, membaca merupakan sesuatu yang sangat penting. Membaca merupakan jendela ilmu pengetahuan.

Tanpa ilmu pengetahuan, manusia tidak akan memiliki power. ''Membaca merupakan sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan,'' kata bupati. 

Dia juga berharap pengelolaan perpustakaan ditingkatkan sebaik mungkin untuk menarik minat baca masyarakat. Karena itu, sarana dan prasarana juga harus representatif. Koleksi buku harus up-to- date.

Buku-buku lama, khususnya yang berkenaan dengan sejarah juga sangat diperlukan. Selain itu, dipersip diharapkan melakukan inovasi berupa lomba karya tulis demi memotivasi anak untuk belajar.(*/ds)

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia