Kamis, 14 Dec 2017
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Pengemudi Depresi, Dilarikan ke RSNU

Rabu, 20 Sep 2017 06:15 | editor : Ebiet A. Mubarok

DEPRESI: Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Iptu Nungky Sambada membezuk Ahmad Muhid Muzadi, pengemudi mobil Avanza di RSNU Tuban, kemarin. 

DEPRESI: Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Iptu Nungky Sambada membezuk Ahmad Muhid Muzadi, pengemudi mobil Avanza di RSNU Tuban, kemarin.  (Unitlaka Polres Tuban / Radar Tuban)

TUBAN - Tak terkendalinya mobil Avanza nopol W 705 BR yang menabrak iring-iringan empat motor pelajar SMK Negeri Rengel yang pulang sekolah bareng pada Senin (18/9) sekitar pukul 13.15 dipastikan bukan karena pengemudinya mabuk. 

Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Iptu Nungky Sambada memastikan, ketika mengemudikan mobilnya, Ahmad Muhid Muzadi dalam kondisi tidak terpengaruh minuman miras (miras).

Dia hanya mengakui, pengemudi dalam kondisi kurang fit karena pengaruh obat yang dimungkinkan memiliki kandungan penenang. Penyebabnya,  baru sekitar 2-3 hari keluar dari opname di RSUD dr R. Koesma Tuban.

''Keterangan yang bersangkutan, dia sakit asam lambung dan diopname  selama satu minggu,'' terang Nungky mengutip keterangan pengemudi tersebut. 

Sesaat setelah menabrak 5 siswa dan mengakibatkan 1 meninggal dunia dan lainnya luka berat tersebut, Ahmad Muhid Muzadi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban karena asam lambungnya naik.

Begitu juga diabetnya ikut naik. ''Ini karena pengaruh stres dan depresi,'' ujar Nungky setelah menjenguk yang bersangkutan untuk memastikan kondisinya.   

Sementara itu, korban M. Ridho Ali Mustofa, 17, sampai berita ini diturunkan belum sadarkan diri. Kondisinya kritis. Pelajar yang berdomisili di Desa/Kecamatan Plumpang tersebut dirawat di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Dia mengalami luka serius di kepala. Merujuk keterangan dokter yang menangani, Nungky menyatakan, korban Ali Mustofa direkomendasikan dokter yang menangani untuk dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Karena terbentur biaya, rujukan tersebut untuk sementara ditunda. Dia mengakui, pembiayaan korban cukup besar.

Selama dua hari dirawat saja, sudah menghabiskan dana Rp 20 juta, melebihi limit biaya perawatan yang ditanggung Jasa Raharja. ''Saya sudah menyarankan keluarga pengemudi untuk membantu biaya pengobatan tersebut,'' kata dia. 

Diberitakan sebelumnya, pulang sekolah bareng-bareng dengan mengendarai 4 motor, iring-iringan pelajar SMK Negeri Rengel yang berjumlah 5 siswa pada Senin (18/9) sekitar pukul 13.15 disasak mobil Avanza nopol W 705 BR.

Akibat kecelakaan di jalan Pakah-Soko, persisnya di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang tersebut, 1 siswa tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara 3 siswa lainnya luka berat. 

Korban tewas Syifa Ambami, 16, warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel. 

Korban luka berat, Nuriah, 16, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel; M. Ridho Ali Mustofa, 17, Desa/Kecamatan Plumpang; dan Ahmad Aris Abdilah, 17, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Dua pelajar yang disebut pertama dirawat di RSUD dr R. Koesma Tuban. Mereka diperkirakan mengalami patah tulang dan luka terbuka. Sementara satu siswa lain dirawat di Puskesmas Plumpang.

Pengemudi mobil Avanza maut tersebut, Ahmad Muhid Muzadi, 47, perangkat Desa Banjarum, Kecamatan Rengel. 

Berdasar keterangan sejumlah saksi dan hasil olah TKP, Avansa melaju dari timur (arah Pakah). Mendekati tempat kejadian perkara,  mobil berjalan labil dan bergerakan ke kanan.

Mobil yang dikemudikan perangkat desa ini kemudian menyasak iring-iringan motor pelajar SMKN Rengel yang berjalan dari arah berlawanan.

Begitu kerasnya benturan tersebut, bamper dan bagian depan mobil ini ringsek. Para pelajar yang dihantam terpental 

berikut motornya. Mereka yang mengalami luka terbuka dan patah tulang bergelimpangan di jalan dan bahu jalan. Sebagian tubuh mereka tertindih motor.

(bj/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia