Rabu, 27 Sep 2017
radarbojonegoro
Nduk

Jaga Malam Lebih Supersibuk

Rabu, 13 Sep 2017 06:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

Alif Wahyu Prihaningtyas

Alif Wahyu Prihaningtyas (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

Alif Wahyu Prihaningtyas, 24, tahu betul konsekuensi profesinya sebagai perawat.

Dia tidak akan menyesal menjatuhkan pilihan tersebut karena dirinya terpanggil untuk menerjuni bidang paramedis tersebut. 

Terutama harus merelakan sebagian waktunya untuk menyelamatkan ribuan nyawa pasien. 

Bagaimana tidak, Alif, panggilan akrabnya, bisa kapan saja mendapat panggilan tugas untuk jaga malam atau siang.

Sehingga dara asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding itu harus terbiasa menyesuaikan jam tidur.

Terkadang, Alif juga harus siap tidur hanya 3 hingga 4 jam per hari. ‘’Kerja di dunia paramedis memang butuh dedikasi tinggi,’’ ujar dia. 

Dara jebolan Politeknik Kesehatan (Potekkes) Kemenkes Surabaya itu mengaku tidak punya trik khusus agar betah begadang semalaman.

Karena tidak suka kopi, untuk betah melek malam, dia lebih memilih ngobrol bersama teman atau sibuk dengan pekerjaannya.

‘’Sejak kuliah, saya terbiasa melek malam, jadi tidak terlalu susah atur jam tidur,’’ tambah dia.

Jika sedang menunggu pasien, Alif terkadang memanfaatkan waktunya untuk membaca. Entah membaca novel atau buku tentang kesehatan.

Terpenting, dia harus tetap menjaga agar bisa fokus dalam melayani pasien yang datang pada malam hari.

‘’Kalau malam pasien justru biasanya banyak, bisa sampai puluhan. Jadi kalau jaga malam biasanya supersibuk,’’ ujar perawat ruang bedah dan pediatrik itu. 

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia