Sabtu, 25 Nov 2017
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jika Terbukti Gila, Kasus Dihentikan

Selasa, 12 Sep 2017 07:25 | editor : Ebiet A. Mubarok

Rumah Tersangka Pembunuhan

Rumah Tersangka Pembunuhan (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ahyar Udin, 35, warga Dusun Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, terhadap ibu kandungnya sendiri, yakni Siti Muawanah binti Wakijan, 52, masih dalam proses pengembangan.

Kapolsek Kanor AKP Imam Kanafi mengungkapkan, rencananya hari ini pelaku akan dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro agar diperiksa oleh dokter jiwa.

AKP Imam Kanafi juga menyebutkan pelaku penggorokan leher ibu kandungnya sendiri itu sejak dua hari yang lalu masih sulit diajak komunikasi.

Namun, perlahan-lahan pelaku bisa diajak komunikasi selama diamankan di Polsek Kanor. ”Pelaku memang terlihat seperti orang yang stres atau linglung, jadi susah diajak komunikasi,” ujarnya. 

Ketika pelaku sudah dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, disarankan untuk dirawat dulu beberapa hari untuk diobservasi.

”Sehingga, usai observasi tersebut, dokter yang bisa menyimpulkan kondisi kejiwaan pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, telah mengutus Polsek Kanor sesegera mungkin membawa pelaku yang diduga stres itu ke dokter jiwa.

Karena, dia menerima informasi bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa. ”Sekitar tahun lalu, pelaku sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Kalitidu selama 15 hari karena dugaan gangguan jiwa,” terangnya.

Lalu, lanjut dia, pelaku dirawat jalan di Puskemas Kanor. ”Jadi, kemungkinan besar pelaku kemarin itu sedang kumat. Sebab, sebelum membunuh ibunya, pelaku juga sempat cekcok dengan ibunya dan memukul kepala adik kandungnya,” katanya.

Apabila terbukti gangguan jiwa, kasus pembunuhan tersebut akan dihentikan. Berdasarkan pasal 44 KUHP, pelaku tidak dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.

”Kami secara intensif melakukan pemeriksaan. Sehingga, kesimpulan dokter dan hasil rekam medik akan dijadikan acuan proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

(bj/gas/nas/cho/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia