Kamis, 23 Nov 2017
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Kenalan via FB, Jalan – Jalan, Siswi SMA Berbadan Dua

Selasa, 12 Sep 2017 06:50 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBORGOL : Tersangka Pencabulan yang Kenalan Lewat Facebook.

DIBORGOL : Tersangka Pencabulan yang Kenalan Lewat Facebook. (Anjar Dwi Pradipta/Radar Lamongan)

KOTA – Lagi, perkenalan di media sosial berujung persetubuhan. Kali ini, kasus itu dialami Bt, 16, seorang siswi kelas X sebuah SMA  di Kecamatan Ngimbang.

Dia hamil tujuh bulan akibat diajak berhubungan layaknya suami istri dengan Fir, 18, warga salah satu desa di Kecamatan Ngimbang.

Tersangka ditangkap petugas Polres Lamongan saat santai di rumahnya  Minggu (10/9) malam.

Di hadapan perugas, tersangka mengaku awal mengenal korban dari chat di sosial media facebook. Dia lalu meminta nomor handphone milik korban. 

Ternyata, permintaannya itu direspons korban. Setelah itu, tersangka mencoba mengeluarkan jurus rayuannya. Dia kemudian mengajak korban ketemuan dan jalan – jalan. 

‘’Saya mengenali korban sejak bulan Januari lalu. Saya sendiri (saat itu) masih duduk di bangku kelas 3 (SMA) dan korban masih SMP,’’ tutur tersangka. 

Saat jalan – jalan malam, korban dibonceng mengendarai motor ke jalanan yang sepi. Ketika merasa kondisi sepi di pinggir jalan di wilayah Ngimbang, tersangka menghentikan motornya. 

Dari atas motor, tersangka mengajak korban berhubungan layaknya suami istri.

‘’Saya melakukan persetubuhan sebanyak dua kali pada bulan Januari lalu di tempat yang sama, di Jalan Pasar Legi Kecamatan Sambeng,’’ ujarnya. 

Jarak hari persetubuhan pertama dan kedua kalinya hanya tiga hari. Awal Maret lalu, tersangka diberitahu korban bahwa hubungan itu berakibat Bt hamil.

Mendengar penjelasan korban tersebut, tersangka berusaha menjauh. Bahkan, dia berusaha menghilangkan jejak dengan membuang nomor handpone miliknya.

‘’Mendengar kabar bahwa dia sudah hamil saya bingung dan takut disuruh tanggung jawab. Padahal belum bekerja,’’ katanya.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason, menjelaskan, kejadian tersebut diketahui  ayah korban pada Agustus lalu.

Awalnya, tubuh korban lemas saat di ruang kelas. Beberapa saat kemudian, dia pingsan. Karena kondisi kesehatannya lemah, orang tuanya menjemput ke sekolah.

Saat itulah diketahui bahwa perut anaknya sudah membesar seperti sedang hamil. 

‘’Orang tua merasa khawatir dan bertanya kepada korban tentang perut yang membuncit. Korban mengatakan sudah berbadan dua,’’ katanya.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang siapa yang telah menghamilinya, korban menyebut nama tersangka. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Lamongan. 

‘’Korban di rumah sendirian. Kedua orang tua sudah pisah lama serta pengawasan sangat minim sekali,’’ tutur Jumbo.

Selama ini, korban tinggal bersama ayahnya. Namun, ayahnya sering bepergian karena pekerjaannya sebagai sopir truk. Korban hanya dititipkan kepada tetangganya.

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia