Sabtu, 25 Nov 2017
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Terpengaruh Miras, Dua Tewas Satunya Pelajar

Senin, 11 Sep 2017 06:55 | editor : Ebiet A. Mubarok

IDENTIFIKASI : Kepolisian Sedang Memeriksa Tempat Kejadian Perkara

IDENTIFIKASI : Kepolisian Sedang Memeriksa Tempat Kejadian Perkara (Mujammil Edi Wahyudi/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Eko Pudji Santoso, 25, warga Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang dan Ariyanto, 16, warga Desa Senganten, Kecamatan Gondang, tewas di lokasi kecelakaan.

Keduanya terlibat kecelakaan di Jalan Poros Kecamatan Gondang – Sekar Sabtu (9/9) malam lalu.

Kanit Laka Lantas Polres Bojonegoro Ipda Mukari menjelaskan, kecelakaan itu berawal saat sepeda motor Satria yang dikendarai Eko Pudji Santoso berboncengan dengan temannya, Gugus, 20, warga Dusun Tikungan, Desa/Kecamatan Gondang, melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi.

”Diduga, pengendara satria terpengaruh minuman keras. Karena, saat mengemudi tidak beraturan hingga oleng ke timur melebihi pembatas jalan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (10/9).

Sementara itu, dari arah berlawanan (utara ke selatan) melaju sepeda motor Satria Fu nomor polisi S 3622 DW yang dikendarai Ariyanto, pelajar berumur 16 tahun berboncengan dengan temannya Riyanto, 17, warga Desa Senganten, Kecamatan Gondang. ”Karena jarak terlalu dekat, tabrakan pun tidak terhindarkan,” ucapnya.

Akibat kecelakaan itu, pengendara motor serta pemboncengnya sama-sama terpental beberapa meter dari kendaraannya.

Akibatnya, dua pengendara motor tersebut tewas di lokasi kejadian karena kepalanya membentur aspal. Dari mulut korban Eko Pudji Santoso, tercium bau minuman keras. ”Dugaan kuat korban terpengaruh miras,” katanya.

Sementara, para pembonceng mengalami luka-luka di tangan dan kaki. Sehingga, harus dirawat di puskesmas setempat.

Sedangkan, sepeda motor korban ringseng cukup parah di bagian depan. Kini, barang bukti dua kendaraan roda dua itu diamankan di Satlantas Polres Bojonegoro.

”Diperkirakan, kerugian materi kecelakaan tersebut sekitar Rp 1 juta,” ujarnya.

Ipda Mukari mengimbau supaya masyarakat Bojonegoro untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Tidak menggunakan jalan seenaknya.

Apalagi saat terpengaruh miras, jangan mengendarai sepeda motor. Hal itu sungguh berbahaya, karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

”Perhatikan juga batas kecepatan kendaraan,” imbuhnya.

(bj/mil/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia