Jumat, 22 Sep 2017
radarbojonegoro
Bojonegoro

Butuh Inovasi, Taman Rajekwesi Berharap Banyak Pengunjung

Senin, 11 Sep 2017 06:25 | editor : Ebiet A. Mubarok

BUTUH INOVASI : Keadaan Taman Rajekwesi yang Terkesan Sepi dari Pengunjung.

BUTUH INOVASI : Keadaan Taman Rajekwesi yang Terkesan Sepi dari Pengunjung. (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

KOTA – Tidak hanya kawasan kios, Taman Rajekwesi sebelah utara juga butuh banyak inovasi agar para pengunjung mau berdatangan.

Sebab, meski sudah dibuka hampir setahun, pengunjung taman berbasis ruang terbuka hijau itu masih minim. Inovasi berupa agenda kegiatan sangat dibutuhkan demi menarik kunjungan. 

Agung Santoso, warga Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota Bojonegoro, mengatakan, sejauh ini taman ramai setiap weekend saja.

Padahal, dengan kualitas infrastruktur yang ada, seharusnya bisa ramai setiap hari. Mengingat, belum banyak taman seperti itu di Bojonegoro.

Sepinya taman tersebut, menurut dia, karena minimnya agenda kegiatan dilakukan di tempat tersebut.

”Selama ini memang ramai hanya pada malam minggu. Dengan kualitas taman yang bagus, harusnya tiap hari bisa ramai,” katanya kemarin (10/9)

Pria yang bekerja menjadi tukang parkir di tempat tersebut mengaku, keberadaan Taman Rajekwesi sangat disyukuri warga sekitar.

Baik warga Kelurahan Jetak maupun Klangon. Sebab, selain membuat kawasan tersebut menjadi rapi dan tidak kumuh, juga membuka rejeki warga sekitar.

Sebab, banyak yang membuka usaha berjualan makanan ringan hingga penyewaan permainan.

Tiap malam minggu, menurut penuturannya, pengunjung mencapai 500 hingga 800 orang. Tetapi, pada hari-hari biasa, jumlahnya njomplang, satu dua orang saja yang datang.

Dengan kondisi seperti itu, seharusnya dinas terkait sering-sering membuat agenda di taman tersebut. Sebab, bisa jadi banyak warga yang belum tahu Taman Rajekwesi.

 ”Infrastruktur sudah sangat bagus. Kekurangannya hanya minimnya kegiatan yang dilakukan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Faizal Insani, salah seorang mahasiswa di Bojonegoro, mengatakan, keberadaan Taman Rajekwesi sangat penting.

Sebagai satu-satunya tempat hiburan berbasis ruang terbuka hijau di pinggiran kota, selain Alun-Alun Bojonegoro, menurut dia, taman tersebut harus dimaksimalkan.

Sebab, selain menjadi lokasi ikonik, juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. ”Harus dimaksimalkan. Lokasinya sangat ikonik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata dia.              

Menurut dia, sudah saatnya taman tersebut diramaikan. Terutama keramaian berbasis kegiatan masyarakat urban.

Seperti taman Bungkul di Surabaya. Padahal, menurut dia, Taman Rajekwesi lebih besar dan tidak kalah luas. ”Harus bisa ramai melalui kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya.

(bj/cho/zky/haf/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia