Kamis, 21 Sep 2017
radarbojonegoro
Hukum & Kriminal

Pengawasan Tempat Wisata Dianggap Lemah

Jadi Jajakan Mesum Muda-Mudi 

Minggu, 16 Jul 2017 09:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

MESRA: Lokasi mesum muda-mudi tanpa ada pengawasan.

MESRA: Lokasi mesum muda-mudi tanpa ada pengawasan. (Anjar Dwi Pradipta/Radar Lamongan)

LAMONGAN – Pengawasan sejumlah tempat umum masih diabaikan. Buktinya, sejumlah tempat hiburan masyarakat, masih digunakan lokasi mesum muda-mudi. Pantauan wartawan koran ini, sejumlah muda-mudi tanpa malu bermesraan di Telaga Bandung Lamongan. 

Setiap tempat duduk di sebelah timur, digunakan sebagai tempat mesum karena tertutup pepohonan rindang. Selain itu, lokasinya cukup sepi tanpa penjaga yang mengawasi. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapat banyak laporan terkait hal itu. 

‘’Saya mendapat beberapa kiriman foto muda-mudi bermesraan di Alun-Alun Bandung, yang letaknya sebelah Masjid Al-Azhar,’’ tutur Ketua Komisi D DPRD Lamongan Ali Mahfudl kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/7).

Mahfudl juga mendapat banyak laporan lokasi tersebut sering dijadikan tempat berpacaran saat siang hari. Tidak hanya di Alun-Alun Bandung, tapi dia juga mendapat laporan di Waduk Gondang Kecamatan Sugio. 

‘’Saya mengimbau pada instansi terkait untuk serius mengelola tempat wisata,’’ katanya. 

Sehingga, lanjut dia, agar tempat wisata di Lamongan kembali seperti fungsinya. Yakni sebagai tempat rekreasi dan tempat hiburan. Aktivitas tersebut cukup mengganggu pengunjung lainnya, yang sebenarnya ingin menikmati tempat wisata. 

‘’Jadi harus dikembalikan sesuai dengan fungsinya bukan sebagai tempat maksiat,’’ tegasnya. 

Terpisah, Kepala UPT Telaga Bandung Su’ur mengaku mendapat keluhan adanya muda-mudi yang melakukan aktivitas tak pantas di tempat umum. Bahkan, beberapa foto cukup viral di media sosial (medsos).

‘’Saya juga pernah melihat sendiri,’’ katanya. 

Ditanya sorotan lemahnya pengawasan oleh petugas? Su’ur menampik hal itu. Beberapa petugas sering memberi peringatan jika ada muda-mudi yang dinilai melampaui batas. Tapi, terkadang petugas tidak berada di tempat, karena ada tugas lain di luar. 

‘’Papan peringatan juga sudah kami pasang di beberapa titik Telaga Bandung,’’ imbuhnya. 

Su’ur mengaku sudah melakukan evaluasi terkait sorotan tersebut. Selanjutnya pihaknya bakal memperketat pengawasan. Sedangkan, sudah ada larangan bagi pelajar berseragam berkunjung, kecuali ada tugas dan didampingi guru. ‘’Kami akan memperketat pengawasannya,’’ pungkasnya. (ind/haf)

(bj/ind/haf/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia