Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Lamongan Kota

Dua TKA Tak Lengkapi Dokumen

Jumat, 19 May 2017 09:00

Dua TKA Tak Lengkapi Dokumen

INTEROGASI: Dua TKA asal Tiongkok yang tidak bisa menunjukan dokumen keimigrasiannya. (Anjar Dwi Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

KOTA – Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Lamongan Kamis pagi (18/5) menggiring dua tenaga kerja asing (TKA) di dua perusahaan ke kantor imigrasi.

Penyebabnya, dua TKA asal Tiongkok itu tidak mampu menunjukkan dokumen keimigrasiannya secara lengkap. 

Keduanya, Ma Qiang, 51,  marketing advisor di PT Yuang Feng di Kecamatan Tikung dan  Hu Huizhen, cutting manager di PT Buildyet Indonesia, Kecamatan Deket. 

 ’’Keduanya dibawa ke kantor keimigrasian Surabaya karena tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap,’’ tutur Ketua Tim Pora Lamongan Sudjito kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengawasi dokumen lengkap warga negara asing (WNA), baik sebagai TKA maupun pelajar.

Selain itu, mengawasi pelaksanaan aturan TKA pada perusahaan. Salah satunya, satu TKA harus ada tenaga pendamping lokal. 

’’Harapannya, naker lokal bisa menyerap ilmu TKA, yang nantinya menjadi naker utama,’’ imbuhnya. 

Tim Pora menyisir ke PT Yuang Feng yang mempekerjakan tiga TKA. Selain Ma Qiang, perusahaan tersebut juga memekerjakan Chin Mu Hsu asal Taiwan dan Tan Xiachao (Tiongkok).

Setelah dicek, hanya Ma Qiang yang tidak bisa menunjukkan paspornya. Dia mengklaim, paspor masih dibawa pendampingnya asal Surabaya. 

’’Pihak imigrasi menyatakan satu orang tersebut harus diamankan,’’ tuturnya. 

Menurut Sudjito, Ma Qiang juga melakukan pelanggaran administrasi. IMTA yang dimilikinya menyatakan menjabat marketing advisor. Namun, kitas yang dimilikinya menyatakan sebagai manajer operasional. 

’’Hal ini sudah melanggar tata tertib administrasi dari TKA tersebut,’’ ujarnya. Saat hendak meninggalkan PT Yuan Feng, Tim Pora melihat seorang TKA lagi.

Dia adalah Hu Huizhen. Setelah memintai keterangan, TKA tersebut bekerja di PT Buildyet Indonesia. Namun, saat itu sedang melakukan pengecekan di PT Yuan Feng. 

’’Pihak imigrasi memutuskan untuk mengamankan TKA tersebut,’’ tutur Sudjito. Selanjutnya, Tim Pora melakukan pengecekan ke PT Buildyet Indonesia yang memekerjakan 23 TKA.

Mereka mendapatkan keterangan  satu TKA pulang kampung halaman serta satu TKA lagi pergi bersama pendamping. 
’’Dua TKA belum bisa dicek karena tidak berada di tempat,’’ katanya. 

Tim melanjutkan pengecekan administrasi dan pengecekan fisik pada 20 TKA  tersebut. Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan pelanggaran.

Namun, pengawas dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur mengimbau pada HRD perusahaan Buildyet Indonesia agar seluruh TKA diberikan pendampingan seorang naker lokal. Karena PT Buildyet Indonesia termasuk perusahaan besar.

Aturan sebenarnya, seorang TKA harus diberikan pendampingan 10 orang WNI. ’’Kebijakan dari pengawas disnakertrans provinsi diperbolehkan satu orang TKA didampingi satu orang WNI,’’ ujarnya. (ind/yan)

 

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia