Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Bojonegoro Kota

Jalan Nasional Rusak Parah

Jumat, 19 May 2017 09:00

Jalan Nasional Rusak Parah

BAHAYA: Jalan di Kecamatan Margomulyo yang terlihat rusak parah. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

MARGOMULYO – Jalan nasional di sisi selatan Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Margomulyo, rusak parah sepanjang 2 kilometer (km).

Kerusakan terutama pada bahu dan sisi pinggir jalan. Kondisi itu memicu pengendara menengahkan kendaraan. Ini mengkhawatirkan, mengingat sebentar lagi musim arus mudik. 

Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar, yang beberapa hari lalu melakukan pengecekan, menjelaskan, memang jalan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi tersebut kondisinya rusak.

Hanya, status jalan yang merupakan jalan nasional membuat perbaikan agak sulit dikoordinasikan. Padahal, dampak bagi transportasi sangat terasa.

Jalan rusak di kawasan tersebut, kata Iskandar, mencapai 2 km. Selain pada pinggir aspal yang mulai mengelupas dan berkurang, kerusakan paling berbahaya justru pada ketinggian tanah (elevasi) bahu jalan.

Kedudukannya sangat rendah dari aspal utama. Sehingga, rentan terjadi laka saat mobil berpapasan. 

”Terutama bahu jalan, elevasinya rendah dan sangat membahayakan,” ujar Iskandar Kamis(18/5).

Kerusakan bahu jalan dan menyusutnya aspal, imbuh Iskandar, masih belum apa-apa. Parahnya, hampir semua lokasi kerusakan berada di tikungan tajam dan miring.

Di tambah lagi, kawasan tersebut merupakan kawasan hutan dengan banyak pohon berderet di pinggir. Sehingga, sangat berpengaruh pada jarak pandang pengendara. 

Iskandar mencatat, ada delapan tikungan yang mengalami kerusakan elevasi dan penyusutan aspal.

Dari delapan tikungan tersebut, hampir semuanya tergolong tikungan tajam dengan derajat siku antara 80 hingga 90 derajat.

Padahal, kata dia, normalnya derajat siku tikungan itu sebesar 120 derajat. Ini membuat tikungan sangat berbahaya. Sebab, pengendara dari arah depan bisa-bisa tidak terlihat.

Dengan data di lapangan seperti itu, imbuh dia, memang sangat urgen untuk segera dilakukan perbaikan.

Mengingat, saat malam hari, jalan dikelilingi hutan dan jurang itu sangat gelap.

Saat ini, pihaknya sudah mengirimkan surat terkait perbaikan tersebut kepada Kementerian Perhubungan dan Kementrian Pekerjaan Umum. ”Kita sudah berkirim surat ke kementerian,” tutur dia. 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, terkait kerusakan jalan nasional, sebenarnya pihak daerah tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam artian, kewenangan penuh berada di pusat. Namun, pihaknya bakal berkoordinasi dengan bupati untuk bersurat ke kementerian terkait hal itu. 

”Itu domain pemerintah pusat, namun kita tetap bisa mengawal dan mendorong agar ada perbaikan,” ucapnya. 

Perbaikan jalan tersebut, kata dia, harus dijadikan prioritas. Mengingat, kawasan selatan Bojonegoro menjadi jalur padat saat arus mudik.

Sehingga, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, harus segera ada perbaikan. Selain bersurat pada kementerian, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan anggota DPR RI dapil Bojonegoro dan Tuban. 

”Kami segera koordinasi dengan DPR RI dapil Bojonegoro Tuban,” pungkas dia (zky/nas)    

 

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia