Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Dander-Kapas

Penanganan Anjal Sebatas Pembinaan

Karena Terbatas Jumlah Anggaran

Selasa, 18 Apr 2017 07:40

Penanganan Anjal Sebatas Pembinaan

(grafis: fa vidhi jawapos radar bojonegoro)

KOTA – Fenomena anak jalanan (anjal) cukup meresahkan masyarakat. Ditambah perilaku menyimpang yang dilakukan selama ini. Namun, penanganan anjal selama ini masih terkendala biaya. 


Kepala Dinas Sosial Adie Wicaksono mengatakan, puluhan anjal yang terjaring razia sudah diberikan bimbingan sesuai dengan bakatnya. ’’Pembinaan tersebut sifatnya sosialisasi. Misalnya, kembali melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan,” ujarnya kemarin (17/4).


Namun, tidak semua anjal akan diberikan pelatihan selama tiga bulan. Hanya anjal asal Kota Ledre yang bisa mengikuti pelatihan. Sebab, biaya operasional pelatihan sangat minim. Sedangkan, rata-rata anjal berasal dari luar Bojonegoro.


Sehingga, mereka akan dipulangkan karena bukan tanggung jawab dinsos. Begitu juga pekerja seks komersial (PSK) yang selama ini terjaring razia.   


Sementara dana penanganan eks penyandang penyakit sosial itu masih tetap seperti tahun lalu, yakni sebesar Rp 25,5 juta.


Sedangkan jumlah anjal yang terjaring razia terus bertambah. Hingga kini sudah ada sekitar 30 anjal yang terjaring razia petugas satpol PP. Jumlah itu tidak jauh berbeda dengan jumlah selama 2016, sekitar 55 anjal berhasil diamankan. ’’Karena jumlah anggarannya minim, maka penanganannya lebih kepada bimbingan selama ini,’’ imbuhnya.


Sementara itu, operasi gabungan Satbinmas Polres Bojonegoro dengan satpol PP berhasil mengamankan lima anjal, Sabtu (15/4) malam. Satu dari kelima anak tersebut kedapatan membawa tujuh kondom. Dia adalah M. Bahrudin, 20, warga Desa Mojolanang, Kecamatan Parengan, Tuban.

Saat ini, masih dalam pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro.’’Sebab, dari pengakuannya, dia sering berhubungan layaknya suami istri dengan teman-teman perempuannya,” kata Kasat Binmas Polres Bojonegoro AKP Isma kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Selain membawa alat kontrasepsi, dalam handphone-nya ditemukan gambar pornografi. ’’Makanya, ini masih kami kembangkan,” ucapnya.


Sementara itu, empat anjal yang terjaring razia bernisial MS, 13, warga Desa Ngablak, Kecamatan Dander; RF, 13, warga Desa Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro; Rifa Rudianto, 35, asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk; dan Muntini, 32, warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk.


Kasat Binmas menambahkan, operasi tersebut dilakukan sekitar pukul 20.00 hingga 23.30. Sasarannya sejumlah kafe, traffic light, warung kopi, wisma, dan tempat kos.
Tempat-tempat tersebut disinyalir sebagai tempat mesum dan tongkrongan anak-anak jalanan. (rka/mil/haf)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia