Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Bojonegoro Kota

Izin Rumah Makan, Eh Digunakan Karaoke

Jumat, 21 Oct 2016 06:50

Izin Rumah Makan, Eh Digunakan Karaoke

Ilustrasi ()

BOJONEGORO – Fasilitas karaoke masih ditemukan di beberapa rumah makan sekitar kota.

Namun, cukup banyak yang menggunakan fasilitas karaoke tak sesuai dengan aturan, bahkan sering meresahkan warga sekitar.

Kepala Bidang Pelayanan Ekonomi, Badan Perijinan Bojonegoro Suwoko mengungkapkan, fasilitas karaoke yang diizinkan adalah secara terbuka atau dapat dilihat meski dalam ruangan.

Sebaliknya, banyak pendirian rumah makan yang tak mencantumkan fasilitas karaoke dalam klausul perizinan.

’’Itulah yang membuat rawan penyalahgunaan fasilitas karaoke jika dalam izin hanya diperuntukkan untuk rumah makan. Sedangkan dalam perjalanan usahanya, ternyata menggunakan fasilitas karaoke yang tak sesuai aturan izin,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis (20/10).

Suwoko menyebutkan, ada sebanyak 15 izin rumah makan yang masuk.

Lima rumah makan telah mendaftarkan izin sekaligus klausul fasilitas karaoke.
Sedangkan, sepuluh hanya mengajukan izin rumah makan.

Namun, kenyataanya, mereka memberikan fasilitas karaoke tidak sesuai izin.

Meski demikian, pihaknya kesulitan menindak 10 rumah makan tersebut belum adanya regulasi spesifik yang mengatur fasilitas rumah makan.

’’Kita juga dilema. Ketika ada rumah makan yang fasilitas karaokenya tak wajar dan selama tak berdampak negatif pada masyarakat sekitar, kita tak bisa melacak atau menindaknya. Karena, dalam Perbup Nomor 63 tahun 2014 tak mengatur aturan khusus fasilitas rumah makan,’’ jelasnya tanpa menyebutkan 10 rumah makan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Ahmad Gunawan menyatakan, pihaknya telah berkali-kali memperingatkan kepada pemilik rumah makan untuk menaati aturan perizinan dan jam operasional.

Menurutnya, fasilitas karaoke yang diperbolehkan harus di tempat terbuka atau ruangan yang terbuat dari kaca transparan.

’’Tapi, kebanyakan yang ditemui saat razia banyak yang dibuat dalam berbagai kamar dan tertutup,’’ singkatnya.

Tak hanya itu, jam operasional rumah makan juga tidak sesuai aturan maksimal.
’’Kalau rumah makan buka hingga tengah malam atau lebih, apa tujuannya? Membuka jam operasional di atas tengah malam justru meresahkan masyarakat, sebab ada kecurigaan aktivitas di dalam rumah makan tersebut,’’ imbuh mantan Camat Malo itu.

Menurut Gunawan, penertiban secara persuasif terus dilakukan kepada rumah makan yang nakal.

Pihaknya juga siap memberikan sanksi berat jika permasalahan yang timbul di masyarakat berlarut-larut.

’’Tentu setelah mempelajari dasar perizinan yang diajukan dan aspek pelanggaran rumah makan. Baru kita tindak secara represif,’’ pungkasnya. (hmy/haf)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia