Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Lamongan Kota

Gaji Eks Dua Anggota DPRD Masuk Silpa

Rabu, 19 Oct 2016 07:40

Gaji Eks Dua Anggota DPRD Masuk Silpa

Ilustrasi ()

LAMONGAN - Jatah gaji untuk dua anggota DPRD Lamongan dipastikan tidak terserap.

Kepastian ini setelah gubernur Jawa Timur memberhentikan Nipbianto dan Soetardjo Syafi’i dari keanggotaan DPRD sejak September lalu.

’’Karena diberhentikan gubernur, semua gaji dan tunjangannya tidak terserap,’’ kata Sekretaris DPRD (Sekwan) Lamongan Sulastri, Selasa (18/10).

Dia mengatakan, setiap bulan anggota DPRD mendapat jatah gaji dan tunjangan sekitar Rp 13 juta.

Keduanya hanya menerima gaji pokok Rp 2,5 juta sejak terlibat tindak pidana korupsi perjalanan dinas DPRD 2012 dan diberhentikan sementara oleh gubernur.

’’Saat diberhentikan sementara hanya menerima gaji pokok saja,’’ tegasnya.

Sedangkan sejak diberhentikan dengan tidak hormat, jatah gaji dan tunjangan kedua anggota DPRD tidak diserap.

Sehingga, akan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).

Karena, tidak bisa diserap dan tidak bisa dikembalikan ke kas daerah.

’’Istilahnya silpa, ya dibiarkan saja, tidak diserap juga tidak dikembalikan,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan, acuan pemberian gaji setiap anggota DPRD itu surat keputusan (SK) dari gubernur.

Sehingga, jatah gaji dua anggota DPRD ketika diberhentikan secara otomatis tidak bisa tersalurkan.

’’Tidak bisa diserap, nanti juga tidak bisa dirapel (hasil PAW), acuannya SK,’’ tegasnya.

Pihaknya juga tidak berani menyerap anggaran jatah dua anggota DPRD yang diberhentikan itu karena jika diserap akan menyalahi regulasi.

’’Yang jelas surat dari gubernur sudah disampaikan ke partai bersangkutan, ini juga menunggu sikap partai,’’ bebernya.

Soetardjo dan Nipbianto diberhentikan oleh gubernur karena sesuai hasil persidangan terbukti terlibat korupsi perdin DPRD 2012.

Masing-masing dikenai hukuman setahun penjara. (msu/rij)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia