Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Bojonegoro Kota

PSK Rata-rata Tak Domisili di Lokalisasi

Rabu, 19 Oct 2016 08:00

PSK Rata-rata Tak Domisili di Lokalisasi

Ilustrasi ()

BOJONEGORO-Dinas Kesehatan Bojonegoro siap memeriksa sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang diduga mengidap HIV di eks lokalisasi Kalisari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Minimal dibutuhkan dua kali tes untuk memastikan seseorang mengidap HIV.
’’Untuk tes tahap awal bisa di puskesmas,’’kata Kepala Dinkes Sunhadi kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Jika positif, maka tes akan dilanjutkan ke tahap dua. Yakni, tes di RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoema dan Puskesmas Kalitidu.

’’Selain itu tidak bisa,’’ imbuhnya

Tes yang dilakukan adalah tes darah. Jika dua kali positif, maka bisa dikatakan seseorang mengidap HIV.

’’Itu tadi dua kali tes darahnya dengan tingkatan berbeda,’’ ungkapnya.

Sunhadi menuturkan, pihaknya sulit memetakan PSK terkena HIV di eks kompleks Kalisari.

Sebab, sampai  saat ini belum pernah dilakukan tes terhadap mereka.

’’Apalagi mereka yang domisili tidak di lokalisasi tentu akan lebih sulit,’’ ungkapnya.

Selain itu, sebelum dilakukan tes juga harus mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan.

Sehingga, perlu  pendekatan secara intensif terhadap mereka.

’’Kalau mereka tidak bersedia dites, kita tida bisa memaksanya,’’ tuturnya.

Karena itu, dia menjelaskan, pihaknya akan membentuk tim bersama dengan Satpol PP Pemkab Bojonegoro dan kapan saja diminta dilakukan tes pihaknya akan siap melaksanakan.

’’Kita koordinasikan dulu,’’ jelasnya.

Kasatpol PP A Gunawan menyatakan, pengawasan terus dilakukan terhadap eks lokalisasi tersebut.

Hanya, terkait masalah data kependudukan, pihaknya masih  berusaha mengumpulkan.  

’’Karena penghuninya datang dan pergi,’’ ungkapnya.

Kalaupun datang, mereka tidak melapor ke aparat RT atau desa setempat.
Sehingga, untuk melakukan pendataan tidak semudah membalik tangan.

’’Tapi, kita tetap menggali data,’’ imbuhnya.

Pihaknya juga mengingatkan dalam waktu dekat akan mengambil tindakan atas keresahan yang banyak dikeluhkan warga sekitar.

Hanya, dia menyatakan, belum menetukan kapan akan dilakukan.

’’Kita koordinasi dengan dinas dan instansi terkait,’’ imbuhnya. (ade/nas)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia