Senin, 22 Jan 2018
radarbojonegoro
Lamongan Kota

Sidang Dugaan Pembebasan Lahan Sidokelar, Kades Akui Terima Rp 5,8 M

Selasa, 18 Oct 2016 08:10

Sidang Dugaan Pembebasan Lahan Sidokelar, Kades Akui Terima Rp 5,8 M

Ilustrasi ()

PACIRAN - Kepala Desa (Kades) Sidokelar, Kecamatan Paciran, Imron Rosyadi Senin (17/10) menjalani pemeriksaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

Versi jaksa penuntut umum, sidang dugaan penggelapan pembebasan lahan senilai Rp 7,2 miliar itu, terungkap terdakwa mengakui menerima uang Rp 5,8 miliar yang dititipkan kepada temannya.

’’Terdakwa mengaku menerima uang sekitar Rp 5,8 milair, dititipkan kepada temannya,’’ kata Andika Nugraha, salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) kejari, usai sidang.

Dia mengatakan, total dana pembebasan lahan Rp 7,2 miliar dari PT Sari Dumai Sejati yang seharusnya diberikan kepada pemilik lahan, ternyata dinikmati terdakwa.

Selain itu, juga terungkap ada selisih harga sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 75 ribi per meter persegi dari penjualan.

’’Sidang tuntutan pekan depan,’’ tegasnya.

Sebelumnya, JPU menghadirkan sejumlah saksi untuk mengungkap fakta persidangan tentang dugaan penggelapan uang Rp 7,2 miliar yang dilakukan terdakwa.

Saksi yang dihadirkan di meja hijau seperti pemilik lahan, pihak PT Sari Dumai Sejati yang melakukan pembebasan lahan, camat Paciran, dan saksi ahli dari Universitas Airlangga Surabaya.

Kades Sidokelar terpaksa menjalani proses hukum karena proses pembebasan lahan yang rencananya untuk pabrik minyak goreng milik PT Sari Dumai Sejati.

Tetapi, saat pembebasan terjadi persoalan.

Karena, PT Sari Dumai Sejati sudah membayarkan pembelian lahan melalui Kades.
Tetapi, tidak diberikan kepada pemilik lahan. (msu/rij)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia