Kamis, 26 Apr 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kades Harus Tumbuhan Pasar

Selasa, 17 Apr 2018 11:15 | editor : AF. Ichsan Rasyid

PENINGKATAN KAPASITAS: Bupati Anas menyalami para kades peserta bimtek di Hotel Ketapang Indah kemarin (16/4).

PENINGKATAN KAPASITAS: Bupati Anas menyalami para kades peserta bimtek di Hotel Ketapang Indah kemarin (16/4). (TULUS FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas mendorong kepala desa (kades) bisa berinovasi menciptakan satu program pengembangan ekonomi rakyat, peningkatan pelayanan publik. Selain itu, kades ditantang untuk segera menyusun peraturan desa (perdes) tentang tata ruang.

Anas mencontohkan program pengembangan ekonomi rakyat bisa dicapai lewat pengembangan desa wisata. Namun, desa wisata yang dimaksud adalah desa wisata yang bisa mengangkat potensi lokal.

Potensi lokal desa tersebut lalu dikemas menjadi sebuah atraksi yang menarik bagi wisatawan. ”Bukan sekadar desa wisata artifisial. Bukan desa wisata yang bersolek dari cat fisiknya saja. Namun desa yang bisa ’mengecat’ kehidupan dan kekayaan lokalnya untuk bisa dinikmati wisatawan,” jelas Anas saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Peningkatan Kapasitas Kades di Hotel Ketapang Indah kemarin (16/4).

Anas menambahkan, desa wisata tersebut minimal harus bisa mengintegrasikan sektor pertanian, kekhasan kuliner, dan hunian setempat dengan konsep homestay. ”Tumbuhkan juga pasar rakyat yang khas untuk melengkapinya. Seperti di Desa Kemiren yang sudah jalan dengan pasar kuliner tradisionalnya setiap minggu. Kalau ini jalan, saya yakin bisa mendorong ekonomi desa,” kata dia.

Menurut Anas, desa wisata hanya salah satu contoh pengembangan ekonomi rakyat. ”Tentu selain desa wisata ada banyak program lainnya sesuai karakter masing-masing desa,” ujarnya.

Untuk itu, Anas meminta agar kepala desa terus memperkaya referensi untuk menumbuhkan inovasi. ”Saya tahu setiap inovasi ada risiko, tapi itu adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk memberikan kemanfaatan. Masyarakat butuh kades yang tidak text book, tapi kades yang cepat dan bisa ambil inovasi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta kades membuat peraturan desa (perdes) tentang tata ruang. Perdes tersebut penting untuk menjaga pengembangan desa agar tidak salah arah ke depan. ”Desa harus mengatur bangunan yang di sempadan jalan, termasuk juga alih fungsi lahan harus diatur. Ini semua untuk menjaga kemajuan desa ke depan agar desa tetap hijau,” pungkas Anas. (sgt/afi)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia