Minggu, 21 Jan 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling
Seminggu di Kota Bangkok, Ini Ceritanya (8)

Butuh Tenaga Ekstra Menaiki Pagoda Setinggi 70 Meter

Senin, 08 Jan 2018 10:55 | editor : Ali Sodiqin

Menaiki tangga pagoda di komplek kuil Wat Arun butuh tenaga ekstra.

Menaiki tangga pagoda di komplek kuil Wat Arun butuh tenaga ekstra. (Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Puas mengelilingi sungai Chao Phraya, kemudian saya bergeser mengunjungi Wat Arun. Letak kuil Wat Arun cukup dekat dengan Wat Pho.

ALI SODIQIN, Bangkok

Dua kuil itu hanya dipisahkan sungai besar yang membelah Bangkok, yakni Sungai Chao Phraya.

Cukup berjalan kaki sekitar lima menit dari Wat Pho menuju pintu penyeberangan Sungai Chao Phraya. Di sepanjang jalan, terdapat sebuah pasar kecil. Di situ dijual berbagai macam kebutuhan pokok dan berbagai jenis ikan segar, terutama ikan asin.

Setelah melihat pintu loket penyeberangan, Mr Charly, guide, kembali mengarahkan naik kapal. Anehnya, kapal tersebut ternyata tidak berjalan maju, melainkan berjalan ke arah samping. Mungkin karena lokasinya tak jauh sekaligus untuk melawan arus sungai yang ditimbulkan kapal lain yang juga melaju.

Penulis berada di puncak pagoda Wat Arun.

Penulis berada di puncak pagoda Wat Arun. (Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Wat Arun dikenal sebagai Wat Chaeng yang memiliki arsitektur unik. Desain candi di Wat Arun sangat berbeda dengan kuil-kuil lain di Thailand. “Wat Arun terdiri atas menara berwarna-warni dan berdiri megah di atas air,” jelas Charly.

Puncak menara (prang) di tepi Sungai Chao Phraya adalah salah satu landmark terkenal di Bangkok. Pagoda Wat Arun memiliki tinggi lebih dari 70 meter. Kuil tersebut juga dihiasi potongan-potongan kaca kecil berwarna dan porselen dari Tiongkok dengan pola-pola yang rumit.

Menurut Charly, jika kita dapat mencapai puncak Wat Arun, kita dapat melihat Chao Phraya River yang berkelok-kelok. Tampak pula Grand Palace dan Wat Pho yang posisinya berlawanan. Di sepanjang dasar menara sentral itu ada patung tentara dan hewan.

Penulis berada di puncak pagoda Wat Arun dengan latar belakang sungai Chao Phraya.

Penulis berada di puncak pagoda Wat Arun dengan latar belakang sungai Chao Phraya. (Ali Sodiqin/JawaPos.com)

“Selain sangat populer bagi wisatawan, Wat Arun merupakan tempat ibadah yang penting bagi umat Buddha. Wat Arun dibangun pada dinasti Ayudhaya 600 tahun lalu,” ujarnya.

Memang benar, ketika kami ingin menapaki tangga demi tangga sampai atas, kami perlu ekstra hati-hati dan memperhatikan langkah. Sebab, jenjang tiap anak tangga tinggi dan tidak lebar.

“Wah, capai banget. Kalau naik terus kami tidak sanggup, karena semakin berbahaya. Cukup di tengah saja. Pemandangan dari atas sini bagus,” ujar Sri Idayati, wisatawan asal Banyuwangi, Indonesia. (habis)

(bw/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia