Jumat, 27 Apr 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling
Seminggu di Kota Bangkok, Ini Ceritanya (3)

Susah Cari Makanan Halal, Jangan Sekali-kali Beli di PKL

Rabu, 03 Jan 2018 10:20 | editor : Ali Sodiqin

Jika ragu-ragu, lebih enjoi menikmati buah-buahan yang dijual di gerai-gerai khusus. Penulis menikmati buah lokal Thailand bersama keluarga Gofur, staf Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedubes RI di Bangkok.

Jika ragu-ragu, lebih enjoi menikmati buah-buahan yang dijual di gerai-gerai khusus. Penulis menikmati buah lokal Thailand bersama keluarga Gofur, staf Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedubes RI di Bangkok. (Dok. Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Gampang-gampang susah mencari makanan halal di Bangkok. Maklum, mayoritas penduduk Negeri Gajah Putih ini beragama non muslim.

ALI SODIQIN, Bangkok

Berdasarkan data Pemerintah Thailand (tahun 2000) populasi muslim di Bangkok berjumlah sekitar 262.023 jiwa. Namun, data tidak resmi menyebut populasi muslim di Bangkok kini mencapai 1 juta orang.

"Muslim di Bangkok ini cukup banyak. Meski tergolong minoritas, namun jumlahnya cukup banyak," ujar Abdul Gofur, staf Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Bangkok. Saat ini saja, Islam telah menjadi agama terbesar kedua setelah agama resmi, Buddha. Tak heran, jumlah masjid di Bangkok pun cukup banyak. Data resmi, jumlah masjid di Bangkok sebanyak 160. "Namun, sebenarnya ada sekitar 200-an masjid. Tiga di antaranya dibangun orang Indonesia. Yaitu Masjid Indonesia, Masjid Jawa, dan Masjid Saleh," imbuh Gofur.

Bangkok sendiri adalah ibukota Thailand sekaligus termasuk kota terbesar di Asia Tenggara yang didirikan pada tahun 1782 oleh Raja Siam Rama I, menggantikan ibukota Siam sebelumnya, Ayutthaya. Kota ini berada di tepi sungai Chao Phraya. Kota yang juga kerap dijuluki Krung Thep alias Kota Malaikat itu, dari sekitar 10 juta penduduknya, mayoritas beragama Buddha.

Karena itu, sebagai muslim, ada kekhawatiran tersendiri saat hendak menyantap makanan di Bangkok. Selain meragukan kehalalannya, setiap makanan di kota ini tidak dilengkapi stiker Halal seperti di Indonesia. "Meski membeli di 7Eleven (semacam minimarket), tidak menjamin makanan itu halal," tutut Hamzah, penduduk lokal yang beragama Islam.

Menurut Hamzah, mencari makanan halal di Bangkok gampang-gampang susah. Ada beberapa tips mencari makanan halal. Salah satunya adalah dengan mencari pertanda stand milik orang muslim. Biasanya, orang Islam akan memasang lafadz Bismillah atau Allah & Muhammad SAW di salah satu tembok sudut outlet, kedai, atau warung makan. Ada juga yang memasang gambar bulan sabit, stiker halal di kaca depan gerai, atau memakai pakaian yang identik dengan muslim seperti berkopyah bagi laki-laki, atau memakai kerudung bagi perempuan.

"Saran saya, jangan membeli daging yang dibakar/dipanggang di pedagang kaki lima (PKL). Karena rata-rata itu dari daging babi," imbuh pria yang cukup mahir berbahasa Indonesia itu.

Hamzah menyarankan agar selama berada di Bangkok, lebih baik membeli makanan di mall atau restoran yang menyediakan menu terbatas. Seperti restoran cepat saji yang hanya menjual fried chicken, mie, atau vegetarian. "Hendaknya tidak mendatangi restoran yang menyediakan banyak menu," sarannya. (bersambung)

Penjual sate babi mangkal di depan Bangkok Convention Centre, Centara Grand Hotel at Central World, Bangkok, Thailand.

Penjual sate babi mangkal di depan Bangkok Convention Centre, Centara Grand Hotel at Central World, Bangkok, Thailand. (Ali Sodiqin/JawaPos.Com)

(bw/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia