Jumat, 27 Apr 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling
Merasakan Sensasi Naik Kapal Marina Srikandi

Disuguhi Pemandangan Indah Laut, Dua Jam Tak Terasa

Selasa, 02 Jan 2018 06:20 | editor : Ali Sodiqin

KECEPATAN 20 KNOT:  Kapal Marina Srikandi 18 yang bersandar di dermaga Pantai Boom menurunkan 73 wisatawan dari Bali.

KECEPATAN 20 KNOT: Kapal Marina Srikandi 18 yang bersandar di dermaga Pantai Boom menurunkan 73 wisatawan dari Bali. (Krida Herbayu/JPRB)

Kapal cepat Marina Srikandi 18 sukses mengarungi Selat Bali dan merapat di dermaga Marina Boom, Kamis lalu (28/12). Jawa Pos Radar Banyuwangi ikut merasakan naik kapal cepat tersebut bersama puluhan wisatawan dari Bali.

KRIDA HERBAYU, Banyuwangi

Derasnya arus Selat Bali rupanya tidak menyurutkan antusiasme para penumpang kapal cepat Marina Srikandi 18. Kebanyakan dari para penumpang justru begitu menikmati dan demikian takjub dengan keindahan pemandangan laut mulai dari dermaga Kedonganan hingga dermaga Boom.

Ditempuh hanya dalam waktu dua jam, kapal Marina Srikandi 18 mampu membawa 73 penumpang merapat mulus di Banyuwangi. Saat para penumpang menginjakkan kakinya di kota berjuluk Sunrise of Java tersebut, keceriaan tampak menghiasi wajah para penumpang. ”Suasana laut Selat Bali sangat indah. Sampai perjalanan selama dua jam tidak terasa,” kata Ni Wayan Nirma, 35, penumpang kapal.

Eko Adi Purnomo, kapten kapal Marina Srikandi 18 menuturkan, meski ombak Selat Bali sulit diprediksi, dirinya sanggup membawa penumpang sampai di tempat tujuan. Eko sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG Banyuwangi untuk mengecek kondisi perairan Selat Bali.

”Untuk saat ini pelayaran dari Bali ke Banyuwangi masih dalam kondisi aman terkendali. Kami menempuh perjalanan dengan kecepatan 20 knot dan sampai tempat tujuan dengan selamat,” ucap Eko.

Tari jejer gandrung ikut menghibur para pengunjung yang menginjakkan kakinya di Bumi Blambangan. Nyoman Sudarta, 65, Lurah Kedonganan yang ikut serta dalam rombongan tersebut mengatakan jika kapal cepat itu sangat membantu para wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.

Kebanyakan dari penumpang Marina Srikandi 18 tersebut masih belum familiar dengan wisata yang ada di Banyuwangi. ”Kami baru pertama kali ke Banyuwangi. Dan setelah berkunjung ke Banyuwangi ternyata tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Bali,” ungkap Nyoman.

Setelah disambut oleh tarian khas Banyuwangi, puluhan penumpang kapal cepat tersebut langsung naik bus yang sudah disediakan oleh agen. Mereka bergegas berkeliling Kota Banyuwangi dan berbelanja di pusat oleh-oleh.

Mulyadi Sukito alias Aseng, owner Marina Srikandi 18 memaparkan, selain menggelar rute perdana Kedonganan-Banyuwangi, kapal cepat tersebut juga ikut menyukseskan program yang digerakkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.     Rute tersebut juga menciptakan alternatif tol laut yang menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya. ”Selain membawa wisatawan, kami juga akan membawa para penumpang yang kehabisan tiket pesawat. Kami antarkan hingga Banyuwangi dan kemudian penumpang tersebut dapat melanjutkan kembali perjalanannya dengan menggunakan pesawat yang ada di Bandara Banyuwangi,” kata Aseng.

Kapal cepat tersebut juga menjadi alternatif lainnya jika terjadi bencana yang melanda Bali. Saat Gunung Agung dalam status awas, banyak turis mancanegara yang pergi meninggalkan Bali.     Kebanyakan dari mereka tidak dapat terbang karena bandara ditutup. Jika tidak menggunakan jalur darat, alternatif lainnya adalah menggunakan jalur laut untuk menuju bandara yang ada di kota terdekat.

Marina Srikandi 18 merupakan salah satu kendaraan yang menyediakan rute tersebut. ”Kami juga mengantisipasi lonjakan penumpang yang tidak bisa terbang menuju Bandara Ngurah Rai, Bali,” tandas Aseng.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia