Selasa, 21 Nov 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Tanaman Padi Ambruk, Petani Terancam Rugi

Rabu, 15 Nov 2017 14:30 | editor : AF. Ichsan Rasyid

ROBOH: Budiyono memotong padi yang ambruk di sawahnya  Dusun Wonorokso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kemarin (14/11).

ROBOH: Budiyono memotong padi yang ambruk di sawahnya Dusun Wonorokso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kemarin (14/11). (BAGUS RIO/JPRG)

SINGOJURUH-Para petani tampaknya sedang ketar-ketir. Hujan yang sering turun dengan deras akhir-akhir ini, membuat tanaman padi yang sudah siap dipanen, kini banyak yang ambruk.

Tanaman padi banyak yang ambruk itu, membuat kualitas berkurang dan harga jatuh. Agar tidak merugi, petani terpaksa mempercepat masa panen. “Akan dipanen ambruk, terpaksa kita panen dulu,” cetus Sumboro, 55, salah satu petani Dusun Wonorokso, Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

Sumboro mengaku gara-gara hujan yang sering turun dengan deras dan disertai angina kencang, tanaman padi miliknya seluas satu hektare ambruk. Tanaman padi yang ambruk, butiran padi banyak yang basah dan rawan busuk. “Kalau ambruk seperti ini, kualitas berasnya jelek,” cetusnya.

Petani lainnya, Budiyono, 45, mengatakan panen padi yang seharusnya dilakukan masih sepekan lagi, terpaksa harus dipercepat karena tanaman padi banyak yang ambruk. “Sebenarnya belum terlalu tua, tapi kalau tidak dipanen bisa ambruk,” ungkapnya.

Tanaman padi banyak yang ambruk itu, jelas dia, maka butiran padi juga banyak yang rontok. Dan itu, akan mempengaruhi hasil panen. Setelah dipanen, petani harus ekstra keras untuk menjemur. “Ini bisa balik modal saja sudah untung,” tandasnya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia